Berita  

Tips Tetap Bugar Selama Ramadan, Jangan Lewatkan Sahur dan Jaga Pola Hidup Sehat

Ilustrasi Tangkapan Layar Instagram RSUD Pandega.

Menjalankan ibadah puasa di bulan Ramadan bukan berarti tubuh harus merasa lemas dan kurang bertenaga. Dengan pola makan, istirahat, dan asupan cairan yang tepat, tubuh tetap dapat bugar sehingga aktivitas sehari-hari maupun ibadah dapat berjalan lancar.

Menjaga kebugaran selama Ramadan dapat dimulai dengan tidak melewatkan sahur. Sahur merupakan waktu makan penting yang berfungsi sebagai sumber energi selama berpuasa seharian. Oleh karena itu, menu sahur sebaiknya mengandung gizi seimbang.

Konsumsi makanan yang mengandung karbohidrat kompleks seperti nasi merah atau oatmeal agar energi dilepaskan secara perlahan dan membuat tubuh kenyang lebih lama. Selain itu, tambahkan sumber protein seperti telur, ayam, atau tempe untuk membantu menjaga stamina tubuh. Jangan lupa melengkapi menu dengan sayur dan buah yang tinggi serat agar pencernaan tetap sehat.

Sebaliknya, masyarakat disarankan untuk menghindari makanan yang terlalu berminyak seperti gorengan serta makanan yang terlalu manis saat sahur. Jenis makanan tersebut dapat membuat tubuh cepat merasa lemas dan haus saat berpuasa.

Selain asupan makanan, menjaga kecukupan cairan tubuh juga sangat penting untuk mencegah dehidrasi selama berpuasa. Pola minum yang dianjurkan adalah dengan membagi konsumsi air putih menjadi delapan gelas dalam rentang waktu berbuka hingga sahur.

Pembagiannya antara lain dua gelas saat berbuka puasa, empat gelas pada malam hari, dan dua gelas saat sahur. Pola ini membantu tubuh tetap terhidrasi sehingga mengurangi risiko tubuh lemas, pusing, atau mudah lelah selama menjalankan puasa.

Hal lain yang tidak kalah penting adalah mengatur pola tidur. Selama Ramadan, waktu tidur sering kali berubah karena harus bangun lebih awal untuk sahur. Oleh karena itu, dianjurkan untuk tetap memenuhi kebutuhan tidur sekitar 5 hingga 8 jam setiap hari.

Jika memungkinkan, masyarakat juga dapat melakukan power nap atau tidur singkat selama 20 hingga 30 menit di siang hari untuk membantu memulihkan energi. Kurang tidur dapat menyebabkan daya tahan tubuh menurun sehingga tubuh lebih cepat merasa lelah.

Ketika waktu berbuka tiba, masyarakat juga diingatkan untuk tidak kalap dalam mengonsumsi makanan. Berbukalah secara bertahap dengan minum air putih terlebih dahulu, kemudian mengonsumsi kurma atau buah-buahan. Setelah itu dapat dilanjutkan dengan makanan hangat seperti sup sebelum menyantap hidangan utama.

Dengan pola hidup yang seimbang, puasa tidak akan menjadi penghalang untuk tetap aktif dan produktif. Ramadan justru dapat menjadi momentum untuk menerapkan gaya hidup yang lebih sehat.

Ramadan bukan alasan untuk tubuh menjadi lemas. Dengan menjaga pola makan, istirahat, dan hidrasi yang cukup, tubuh tetap bugar sehingga ibadah dapat dijalankan dengan lebih khusyuk dan lancar. Semangat menjalankan ibadah puasa bagi seluruh masyarakat.