Berita

Kasus Serangan Jantung Makin Marak di Usia Muda, RSUD Pandega Pangandaran Ingatkan Pentingnya Golden Time

×

Kasus Serangan Jantung Makin Marak di Usia Muda, RSUD Pandega Pangandaran Ingatkan Pentingnya Golden Time

Sebarkan artikel ini
Tangkapan Layar IG RSUD Pandega Pangandaran

KABAR ​PANGANDARAN — Penyakit jantung koroner dan serangan jantung kini tidak lagi identik dengan kelompok lanjut usia (lansia). Tren kasus serangan jantung belakangan ini kian bergeser dan makin sering ditemukan pada kelompok usia produktif.

​Dokter Spesialis Jantung RSUD Pandega Pangandaran, dr. Nalagafiar Puratmaja, BMedSc(Hons)., Sp.JP., FIHA, mengungkapkan bahwa pasien yang membutuhkan tindakan pemasangan ring jantung kini merebak hingga usia 30-an tahun, bahkan ditemukan pada pasien yang berusia lebih muda.

​”Dulu saat sekolah kedokteran, penyakit jantung dianggap penyakit orang tua usia 40–50 tahun ke atas. Sekarang, usia 30-an sudah banyak yang harus pasang ring atau operasi bypass. Faktor risiko utamanya sering kali dipicu oleh pola hidup tidak sehat dan kebiasaan merokok sejak usia dini,” ujar dr. Nalagafiar dalam acara edukasi kesehatan Ngobatan (Ngobrol Bareng Seputar Kesehatan) bertajuk “Penyakit Jantung Koroner: Kenali Sebelum Terlambat” di RSUD Pandega.

​Ciri dan Gejala Khas Serangan Jantung

​dr. Nalagafiar menjelaskan bahwa gejala paling awal dan mendasar dari serangan jantung adalah nyeri dada. Meski demikian, masyarakat perlu membedakan karakteristik nyeri dada biasa dengan nyeri dada akibat penyumbatan pembuluh darah jantung.

​Gejala nyeri dada khas serangan jantung umumnya meliputi:

​Sensasi Tertindih: Dada sebelah kiri terasa seperti tertindih beban berat, diduduki, atau ditekan secara kuat.

​Nyeri Menembus dan Menjalar: Rasa sakit terasa menembus hingga ke punggung/tulang belakang, serta menjalar ke lengan kiri hingga rahang atas sebelah kiri.

​Tanda Levine (Levine’s Sign): Pasien secara refleks memegang dada kiri sambil membungkuk menahan sakit.

​Keringat Dingin dan Mual: Nyeri dada biasanya disertai keluarnya keringat dingin berbulir besar, rasa mual, hingga muntah.

​Penyebab utama kondisi ini adalah terbentuknya plak yang menyumbat aliran darah di pembuluh darah koroner. Akibat penyumbatan tersebut, otot jantung tidak mendapatkan pasokan darah dan oksigen sehingga berisiko mengalami kerusakan permanen atau kematian jaringan.

​Pentingnya Golden Time 12 Jam Pertama

​Penanganan medis yang cepat sangat menentukan tingkat kesembuhan dan kualitas hidup pasien serangan jantung. Waktu krusial (golden time) penanganan serangan jantung berat adalah kurang dari 12 jam sejak nyeri dada pertama kali dirasakan.

​”Jika penanganan atau tindakan pembukaan sumbatan tertunda lebih dari 12 jam, fungsi pompa jantung akan menurun drastis dan memicu gagal jantung permanen,” tegas dr. Nalagafiar.

​Oleh karena itu, jika mengalami atau menemui orang dengan gejala tersebut, masyarakat diimbau untuk segera membawa pasien ke Instalasi Gawat Darurat (IGD) rumah sakit terdekat agar bisa segera dilakukan pemeriksaan rekam jantung (EKG).

​Langkah Pencegahan Penyumbatan Pembuluh Darah

​Untuk menekan risiko penyakit jantung koroner sejak dini, dr. Nalagafiar mengimbau masyarakat untuk konsisten menerapkan gaya hidup sehat:

​Rutin Berolahraga: Membiasakan aktivitas fisik harian, seperti berjalan kaki setidaknya 30 menit sehari.

​Batasi Makanan Berlemak Tinggi: Mengurangi konsumsi gajih, jeroan, serta makanan olahan gorengan.

​Kontrol Asupan Garam dan Gula: Membatasi konsumsi gula dan garam sesuai takaran harian serta mengurang makanan atau minuman instan.

​Hentikan Kebiasaan Merokok: Merokok merupakan salah satu faktor risiko utama pemicu terbentuknya plak pada pembuluh darah.

​Pemeriksaan Kesehatan Rutin: Melakukan kontrol kesehatan secara berkala, terutama bagi penderita diabetes melitus dan hipertensi.***