KABAR PANGANDARAN – Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menegaskan Pemprov Jawa Barat batal mengajukan pinjaman ke PT Sarana Multi Infrastruktur (SMI) dan akan mengoptimalkan ketersediaan anggaran dalam APBD Jabar 2026.
KDM – sapaan akrab Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi – menegaskan meski tidak jadi mengambil pinjaman, program pembangunan tahun 2026 akan tetap dilaksanakan sesuai skala prioritas.
“Kita sedang ngebut agar dalam dua setengah bulan kedepan semua pekerjaan dapat selesai dan tercapai target hingga 100 persen. Uangnya cukup tidak? Insyaallah kita kelola keuangan dengan baik. Meski dana bagi hasil tertunda, kita tetap ngebut membangun,” ujarnya
Untuk itu ia meminta maaf kepada wisatawan yang datang ke Jawa Barat diakhir pekan ini jika banyak jalan yang macet. Itu karena ada pembangunan jalan baik yang di hotmix atau dibeton.
Diakuinya memang terjadi kekurangan fiskal, tetapi dengan pengelolaan yang tepat maka tidak perlu melakukan peminjaman ke PT SMI.
“Kita optimalkan saja anggaran yang ada, paling nanti akan ada tunda bayar. Yaitu kegiatan 2026 akan dibayarkan tahun 2027. Untung buat pemerintah, sebab tetap bisa membangun tanpa terbenani pinjaman dan beban bayar bunga hutang,” tambahnya.
Ia mengucapkan terima kasih kepada DPRD Jawa Barat yang selalu mendukung program pembangunan dan pengelolaan anggaran sehingga belanja tepat sasaran. Terima kasih juga disampaikan kepada Kemendagri yang terus memberikan arahan dan bimbingan terkait pengelolaan anggaran.
“Tentunya terima kasih kepada masyarakat Jawa Barat yang membayar pajak tepat waktu. Tanpa pembayar pajak kendaraan bermotor, Pemprov Jawa Barat tentu tidak bisa berdaya,” tutupnya. ***












