Berita  

Disdikpora Pangandaran Tanam Bibit Jagung Serentak di Seluruh Sekolah

Disdikpora Pangandaran Tanam Bibit Jagung Serentak di Seluruh Sekolah,bertempat di SMP Negeri 2 Parigi, Rabu, 18 Pebruari 2026.(M Jerry/KP).

KABAR PANGANDARAN – Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Pangandaran, Soleh Supriadi, M.Pd., menegaskan bahwa kegiatan penanaman bibit jagung di seluruh satuan pendidikan merupakan tindak lanjut dari program pendidikan karakter “Melesat”.

Hal tersebut disampaikan Soleh saat kegiatan penanaman bibit jagung di SMP Negeri 2 Parigi, Rabu (18/2/2026).

“Kita melaksanakan green school dengan implementasinya adalah penanaman bibit jagung di seluruh satuan pendidikan,” ungkap Soleh.

Menurutnya, program ini tidak hanya sebatas kegiatan seremonial, tetapi menjadi bagian dari proses pembelajaran yang utuh. Dalam pelaksanaannya, peserta didik diedukasi mulai dari cara memilih bibit jagung yang berkualitas, teknik menanam, merawat hingga proses panen.

“Peserta didik belajar bagaimana cara memilah dan memilih bibit jagung, menanam, membesarkan, sampai memanen jagung,” jelasnya.

Tak berhenti sampai panen, hasil pertanian tersebut juga menjadi bahan pembelajaran lanjutan di sekolah. Para guru akan mengedukasi siswa mengenai pengelolaan hasil panen, baik dari sisi konsumsi maupun potensi nilai ekonominya.

“Setelah memanen tentu ada hasil yang diperoleh dari menanam bibit jagung. Nah hasilnya nanti diedukasi oleh guru di sekolah untuk bagaimana cara pengelolaan,” tambah Soleh.

Sementara itu, Bupati Pangandaran, Citra, menyambut baik gerakan penanaman bibit jagung secara serentak tersebut. Ia berharap program ini mampu membentuk karakter anak-anak yang pekerja keras dan mandiri.

“Selain pekerja keras, mereka juga memiliki jiwa kewirausahaan, semangat kolaborasi, dan kesadaran akan pentingnya kemandirian pangan,” tegasnya.

Citra juga menekankan pentingnya menanamkan keterampilan bertani sejak dini kepada generasi muda. Menurutnya, sektor pertanian tetap menjadi salah satu fondasi ketahanan hidup di masa depan.

“Sejak dini mereka diharapkan memiliki keterampilan bertani seperti kakek atau kedua orangtuanya dulu. Karena bertani menjadi salah satu bekal mereka dan satu cara bertahan hidup di masa depan nanti,” ungkapnya.

Melalui program green school ini, Pemerintah Kabupaten Pangandaran berharap sekolah tidak hanya menjadi pusat pendidikan akademik, tetapi juga wahana pembentukan karakter, keterampilan hidup, serta penguatan kemandirian pangan bagi generasi muda.