Berita  

Jeje Wiradinata Beri Rapor Hijau Setahun Kepemimpinan Citra–Ino di Pangandaran: Makin “Smart” Kelola APBD

H Jeje Wiradinata Beri Rapor Hijau Setahun Kepemimpinan Citra–Ino di Pangandaran: Makin “Smart” Kelola APBD.(M Jerry/KP).

KABAR PANGANDARAN – Satu tahun pasca transisi kepemimpinan di Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat, mantan Bupati dua periode, Jeje Wiradinata, memberikan evaluasi terhadap kinerja pasangan Bupati Citra Pitriyami dan Wakil Bupati Ino Darsono.

Jeje yang kini menjabat sebagai Ketua DPC PDI Perjuangan Pangandaran menilai jalannya pemerintahan saat ini sudah berada di jalur yang tepat atau on the right track. Ia menyebut, dalam kurun waktu satu tahun, duet Citra–Ino menunjukkan progres signifikan, terutama dalam tata kelola pemerintahan dan penguatan manajemen fiskal daerah.

“Memimpin Pangandaran itu tidak mudah, dinamikanya tinggi sekali. Tapi dalam setahun ini, kepemimpinan Bupati Citra sudah menunjukkan progres yang makin bagus,” ujar Jeje dalam wawancara khusus, Senin (23/2/2026).

Soroti Penguasaan APBD

Salah satu poin krusial yang disoroti Jeje adalah kemampuan Bupati Citra dalam memahami postur Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD). Menurutnya, penguasaan detail anggaran merupakan fondasi utama dalam menjalankan roda pemerintahan secara efektif dan akuntabel.

Jeje menilai Citra bukan tipe pemimpin yang hanya menerima laporan formal dari jajaran perangkat daerah. Ia melihat adanya peningkatan kapasitas dalam membaca, menganalisis, hingga mengevaluasi pos-pos anggaran secara rinci.

“Saya melihat Citra mulai banyak belajar dan sekarang makin pintar membedah persoalan APBD. Beliau mulai detail melihat pos-pos anggaran. Pemahaman angka itu vital, dan Citra menunjukkan kapasitas itu dalam waktu singkat,” ungkapnya.

Kemampuan tersebut, lanjut Jeje, menjadi indikator penting bahwa kepemimpinan Citra–Ino semakin matang dalam mengelola keuangan daerah. Di tengah keterbatasan fiskal dan tuntutan pembangunan yang tinggi, kecermatan dalam menyusun prioritas anggaran dinilai sebagai langkah strategis.

Mentor, Bukan Intervensi

Terkait anggapan publik mengenai pengaruhnya yang masih kuat dalam pemerintahan, Jeje menegaskan dirinya tetap menghormati fatsun politik. Ia memastikan tidak ada intervensi dalam pengambilan kebijakan strategis di pemerintahan saat ini.

“Saya ini sekarang lebih kepada posisi mentor jika dibutuhkan. Saya terkadang memberikan saran, tapi itu pun jika diminta,” kata Jeje.

Menurutnya, setiap pemimpin memiliki gaya dan karakter berbeda. Ia melihat Citra berhasil membangun identitas kepemimpinan yang lebih humanis, komunikatif, dan cair dalam menjalin kedekatan dengan masyarakat, khususnya kalangan bawah.

Pendekatan tersebut dinilai mampu menjaga stabilitas sosial-politik di Pangandaran sekaligus memperkuat kepercayaan publik terhadap pemerintah daerah.

Hadapi Dinamika Daerah

Jeje juga menyadari bahwa tahun pertama kepemimpinan tidak luput dari tantangan dan kekurangan. Namun ia menilai dinamika tersebut sebagai proses pembelajaran yang justru membentuk karakter kepemimpinan yang lebih kuat.

“Kalau ada kurang sedikit-sedikit, ya wajar saja. Tidak ada pemerintahan yang sempurna di tahun pertama. Yang paling penting, kekurangan itu jadi pelajaran. Dinamika Pangandaran membuat Citra makin kuat dan smart,” jelasnya.

Ia berharap pasangan Citra–Ino tetap konsisten merealisasikan janji kampanye serta fokus pada program pembangunan yang berdampak langsung terhadap peningkatan ekonomi masyarakat, khususnya sektor pariwisata dan UMKM yang menjadi tulang punggung daerah.

“Saya optimis, dengan kecerdasan manajerial yang makin terasah, mereka bisa membawa Pangandaran lebih hebat lagi,” pungkas Jeje.