Berita  

Mengenal Super Flu, Varian Influenza A H3N2 yang Lebih Cepat Menular

Super Flu atau Influenza A H3N2 Subclade K memiliki penularan lebih cepat dibanding flu biasa. RSUD Pandega Pangandaran mengimbau masyarakat waspada dan menerapkan pencegahan sejak dini.(Tangkapan Layar Instagram RSUD Pandega).

KABAR PANGANDARAN – Masyarakat diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap kemunculan fenomena kesehatan yang dikenal dengan sebutan Super Flu. Meski kerap dianggap sebagai flu biasa, varian ini memiliki karakteristik penularan yang lebih agresif dibandingkan influenza musiman pada umumnya.

Isu tersebut menjadi perhatian dalam program edukasi kesehatan “Ngobrol Bareng Seputar Kesehatan” (NGOBATAN) yang diselenggarakan RSUD Pandega Pangandaran. Dalam kesempatan tersebut, Dokter Umum RSUD Pandega Pangandaran, dr. Himawan Widyatmiko, memberikan penjelasan komprehensif mengenai apa itu Super Flu, bagaimana penularannya, serta langkah pencegahan yang dapat dilakukan masyarakat.

Menurut dr. Himawan, Super Flu bukanlah istilah medis resmi, melainkan istilah populer yang digunakan untuk menggambarkan infeksi influenza dengan gejala yang lebih berat dan penyebaran yang lebih cepat. Secara medis, Super Flu merujuk pada Influenza A (H3N2) Subclade K, salah satu varian influenza yang saat ini mendominasi kasus di berbagai wilayah dunia.

“Disebut Super karena beberapa faktor, mulai dari kecepatan penularan yang tinggi, intensitas gejala yang lebih terasa, hingga peningkatan kasus secara global dalam waktu yang relatif bersamaan,” jelas dr. Himawan.

Ia menambahkan, dominasi varian H3N2 subclade K menyebabkan tren influenza musiman terasa lebih berat, terutama pada kelompok rentan seperti anak-anak, lansia, serta individu dengan penyakit penyerta atau komorbid.

Mitos dan Fakta Super Flu

Di tengah meningkatnya kekhawatiran publik, beredar pula berbagai informasi yang belum tentu benar. Salah satu mitos yang banyak berkembang adalah anggapan bahwa Super Flu lebih mematikan dibandingkan Covid-19.

“Berdasarkan data ilmiah yang ada, tingkat keparahan Super Flu tidak lebih tinggi dibandingkan Covid-19. Namun, bukan berarti bisa dianggap sepele,” tegas dr. Himawan.

Ia menekankan bahwa kewaspadaan tetap harus diutamakan, terutama untuk mencegah lonjakan kasus yang dapat membebani fasilitas layanan kesehatan.

Cara Penularan dan Langkah Pencegahan

Super Flu menyebar melalui droplet atau percikan cairan dari saluran pernapasan, yang keluar saat penderita batuk, bersin, atau berbicara. Virus juga dapat berpindah melalui tangan atau permukaan benda yang terkontaminasi droplet tersebut.

Untuk memutus rantai penularan, masyarakat diimbau menerapkan langkah-langkah pencegahan sederhana namun efektif, di antaranya:

Menggunakan masker, terutama saat sedang sakit atau berada di tempat ramai

Menjaga kebersihan tangan dengan rutin mencuci tangan menggunakan sabun

Menerapkan etika batuk dan bersin yang benar

Menjaga pola hidup sehat dengan istirahat cukup dan asupan gizi seimbang

Melakukan vaksinasi influenza tahunan, khususnya bagi kelompok rentan

Melalui edukasi berkelanjutan ini, RSUD Pandega Pangandaran berharap masyarakat semakin sadar pentingnya pencegahan dan deteksi dini, sehingga mampu melindungi diri dan lingkungan dari ancaman varian virus yang terus berkembang.