KABAR PANGANDARAN – Setiap tanggal 4 Januari, dunia memperingati Hari Braille Sedunia sebagai bentuk penghormatan terhadap upaya memperluas akses informasi bagi penyandang disabilitas netra. Di tahun 2026 ini, RSUD Pandega Pangandaran turut serta memaknai momentum tersebut dengan menegaskan kembali pentingnya hak kesetaraan dalam memperoleh informasi dan layanan publik bagi semua kalangan.
RSUD Pandega Pangandaran menilai bahwa huruf Braille bukan sekadar sistem tulisan bagi tunanetra, melainkan simbol kemandirian, jendela pengetahuan, sekaligus pintu menuju kesempatan yang lebih luas. Dengan adanya literasi dalam format Braille, penyandang disabilitas netra dapat terus mengembangkan potensi diri, memperluas wawasan, serta berperan aktif dalam kehidupan sosial dan dunia kerja.
Dalam pesannya, pihak RSUD Pandega menyampaikan bahwa keterbatasan fisik bukanlah alasan untuk menghambat kreativitas dan kontribusi seseorang. Dukungan aksesibilitas yang tepat menjadi faktor penentu, salah satunya melalui penyediaan literasi Braille yang ramah dan mudah dijangkau. Dengan akses literasi yang setara, masyarakat dengan hambatan penglihatan bisa tetap produktif, mandiri, dan berdaya.
Peringatan Hari Braille Sedunia tahun ini juga dimaknai sebagai panggilan aksi bagi seluruh lapisan masyarakat di Kabupaten Pangandaran untuk lebih memahami dan mendukung inklusi literasi Braille. Dukungan dari keluarga, lembaga pendidikan, institusi pemerintah, fasilitas kesehatan, hingga komunitas sosial dibutuhkan untuk menciptakan lingkungan yang inklusif—di mana setiap individu memiliki hak dan kesempatan yang sama untuk belajar, berkarya, dan mendapatkan pelayanan kesehatan.
RSUD Pandega Pangandaran menegaskan komitmennya untuk terus menghadirkan layanan kesehatan yang ramah disabilitas. Rumah sakit berupaya mendorong kesadaran publik tentang pentingnya pemenuhan hak-hak penyandang disabilitas, termasuk dalam hal akses informasi kesehatan.
“Mari kita bergandengan tangan untuk saling mendukung, meningkatkan kepedulian, dan memastikan tidak ada satu orang pun yang tertinggal dalam mendapatkan akses informasi,” demikian salah satu pesan yang disampaikan RSUD Pandega.
Dengan semangat kebersamaan, RSUD Pandega Pangandaran optimistis bahwa masyarakat dapat membangun masa depan yang lebih inklusif, ramah disabilitas, dan memberikan ruang yang adil bagi semua warganya.






