Berita  

Setahun Kepemimpinan Citra–Ino di Pangandaran, Fokus Pariwisata dan Penguatan Integritas Pemerintahan

Bupati Citra Pitriyami dan Wakil Bupati Ino Darsono.(Istimewa).

KABAR PANGANDARAN – Genap satu tahun pasangan Citra Pitriyami dan Ino Darsono memimpin Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat. Dalam kurun 365 hari sejak pelantikan, duet kepemimpinan ini mulai menunjukkan arah kebijakan yang terukur, khususnya pada sektor pariwisata sebagai tulang punggung ekonomi daerah di ujung selatan Jawa Barat.

Refleksi satu tahun kepemimpinan tersebut disampaikan Citra melalui akun Instagram resminya, Minggu (22/2/2026). Dalam unggahannya, ia mengungkapkan bahwa amanah yang diterimanya setahun lalu diiringi perasaan bangga sekaligus tanggung jawab besar.

“Setahun yang lalu, saya menerima amanah ini dengan perasaan yang campur aduk. Bangga, tentu. Namun yang jauh lebih besar dari itu adalah rasa tanggung jawab,” tulisnya.

Sejak hari pertama menjabat, Citra menegaskan bahwa setiap keputusan memiliki dampak luas bagi masyarakat. Baginya, jabatan bukan sekadar posisi formal, melainkan komitmen untuk menentukan arah pembangunan sekaligus menjaga kepercayaan publik.

Dalam perjalanan kepemimpinannya bersama Ino Darsono, berbagai kebijakan strategis mulai dijalankan, terutama untuk memperkuat sektor pariwisata. Penataan kawasan wisata, peningkatan pelayanan publik, serta pembenahan tata kelola menjadi bagian dari prioritas kerja pemerintah daerah.

Namun, Citra mengakui bahwa tidak semua keputusan berjalan mulus. Dinamika pemerintahan dan beragam pandangan masyarakat menjadi tantangan tersendiri. Ia menilai kepemimpinan menuntut keberanian menentukan arah sekaligus ketenangan dalam menghadapi perbedaan.

“Tidak semua langkah selalu disambut dengan pandangan yang sama. Namun kepemimpinan menuntut keberanian untuk menentukan arah, sekaligus ketenangan dalam menghadapi dinamika,” ungkapnya.

Sebagai pemimpin perempuan, Citra juga menyinggung adanya persepsi publik terkait ketegasan dan kapasitas dirinya. Ia menilai hal tersebut sebagai bagian dari proses yang harus dijawab melalui kerja nyata dan konsistensi.

“Dalam kepemimpinan, yang utama bukanlah membalas persepsi, melainkan membuktikan melalui kinerja dan konsistensi,” tegasnya.

Ia menambahkan, selama satu tahun menjabat, dirinya berupaya menjaga integritas dalam setiap kebijakan, mengedepankan ketegasan saat diperlukan, serta tetap membuka ruang empati untuk mendengar aspirasi masyarakat.

Meski demikian, Citra tidak menutup mata terhadap berbagai kekurangan yang masih ada. Ia menyampaikan permohonan maaf atas program maupun harapan masyarakat yang belum sepenuhnya terpenuhi, seraya menegaskan komitmen untuk terus melakukan evaluasi dan perbaikan.

“Evaluasi dan perbaikan akan terus menjadi komitmen saya agar ke depan kita dapat melangkah dengan capaian yang lebih baik,” tulisnya.

Ucapan terima kasih juga disampaikan kepada seluruh masyarakat Pangandaran atas dukungan dan masukan selama setahun terakhir. Menurutnya, kepemimpinan bukanlah perjalanan seorang diri, melainkan kerja bersama seluruh elemen daerah.

Setahun masa jabatan menjadi pijakan awal untuk perjalanan yang lebih panjang. Dengan fokus pada penguatan sektor unggulan dan tata kelola pemerintahan yang berintegritas, duet Citra–Ino menargetkan Pangandaran semakin maju dan berdaya saing.

“Setahun adalah awal dari perjalanan panjang. Sebagai pemimpin, saya akan selalu menjaga amanah dengan sepenuh hati,” pungkasnya.