KABAR PANGANDARAN – Guna menunjang sektor pariwisata, mempercepat pengembangan wilayah, serta mendorong pertumbuhan ekonomi lokal, Ketua DPRD Kabupaten Pangandaran, Asep Noordin, mendorong pemerintah pusat dan pemerintah provinsi agar segera mempersiapkan pembangunan akses jalan menuju Kabupaten Pangandaran.
Menurut Asep, aksesibilitas menjadi faktor penting dalam mengoptimalkan potensi besar yang dimiliki Pangandaran, khususnya pada sektor pariwisata yang selama ini menjadi salah satu tulang punggung ekonomi daerah. Tanpa dukungan infrastruktur jalan yang memadai, potensi tersebut dinilai belum dapat dimaksimalkan secara optimal.
“Ini sangat positif untuk pariwisata, pengembangan wilayah, dan pertumbuhan ekonomi Kabupaten Pangandaran,” ujar Asep Noordin saat menyampaikan pandangannya terkait pembangunan infrastruktur akses menuju Pangandaran, Rabu (5/2/2026).
Ia menjelaskan, selama ini salah satu kendala utama yang dihadapi wisatawan untuk berkunjung ke Pangandaran adalah jarak tempuh yang relatif lama akibat kondisi jalan yang belum sepenuhnya memadai. Hal tersebut kerap membuat calon wisatawan mempertimbangkan kembali rencana perjalanan mereka.
Menurutnya, kondisi ini perlu menjadi perhatian serius pemerintah, karena kemudahan akses transportasi menjadi salah satu faktor utama yang mempengaruhi tingkat kunjungan wisatawan ke suatu daerah.
“Banyak wisatawan yang sebenarnya ingin berkunjung, tetapi karena waktu tempuh yang cukup lama, mereka akhirnya memilih destinasi lain yang lebih mudah dijangkau,” jelasnya.
Oleh karena itu, Asep menilai pembangunan jalan tol menjadi salah satu solusi strategis untuk mengatasi persoalan tersebut. Kehadiran jalan tol diyakini dapat memangkas waktu perjalanan secara signifikan sehingga membuat Pangandaran semakin mudah dijangkau oleh wisatawan dari berbagai daerah.
Salah satu proyek yang diharapkan dapat memberikan dampak besar bagi Pangandaran adalah pembangunan Tol Getaci (Gedebage–Tasikmalaya–Cilacap). Proyek tersebut telah masuk dalam perencanaan pembangunan nasional dengan target penyelesaian pada tahun 2030.
Asep berharap proses pembangunan proyek tersebut dapat dipercepat sehingga manfaatnya dapat segera dirasakan masyarakat, khususnya bagi Kabupaten Pangandaran yang memiliki potensi pariwisata besar.
“Kami berharap pembangunannya bisa dipercepat agar segera menjangkau Cilacap,” katanya.
Ia juga menambahkan, meskipun jalan tol tersebut tidak secara langsung memperpendek jarak dari ibu kota negara menuju Pangandaran, namun keberadaannya diyakini dapat memangkas waktu tempuh perjalanan secara signifikan.
Selain itu, rencana pembangunan pintu tol di Kecamatan Kalipucang juga dinilai akan menjadi gerbang utama masuk ke wilayah Kabupaten Pangandaran. Karena itu, Asep menekankan pentingnya penataan kawasan Kalipucang agar dapat memberikan kesan pertama yang baik bagi para wisatawan.
“Penataan Kalipucang harus diperhatikan, seperti pembangunan rest area dan taman kota, agar menjadi wajah Kabupaten Pangandaran,” tambahnya.
Lebih lanjut, Asep juga mendorong pemerintah daerah untuk terus memperkuat koordinasi dengan pemerintah provinsi maupun pemerintah pusat. Menurutnya, sinergi antar-pemerintah menjadi kunci penting dalam mempercepat pembangunan infrastruktur yang berdampak langsung bagi masyarakat.
“Untuk membangun daerah, kita perlu pandangan yang sama antar-pemerintah agar pelaksanaan saling melengkapi,” pungkasnya.
Dengan adanya dukungan pembangunan infrastruktur jalan yang lebih baik, diharapkan Kabupaten Pangandaran dapat semakin berkembang sebagai destinasi wisata unggulan, sekaligus membuka peluang ekonomi yang lebih luas bagi masyarakat setempat.






