Berita  

Waspada Asam Lambung Naik Saat Puasa, Ini Penyebab dan Cara Mencegahnya

Kandungan kafein dalam kopi dapat merangsang produksi asam lambung, terutama jika diminum dalam kondisi perut kosong.(Tangkapan Layar IG RSUD Pandega).

Saat menjalankan ibadah puasa, pola makan dan kebiasaan sehari-hari tentu mengalami perubahan. Kondisi tersebut terkadang memicu berbagai gangguan kesehatan, salah satunya naiknya asam lambung. Banyak orang mengeluhkan rasa perih di perut, mual, hingga sensasi panas di dada saat berpuasa.

Secara medis, peningkatan asam lambung dapat terjadi karena lambung tetap memproduksi asam meskipun tidak ada makanan yang masuk selama berjam-jam. Jika pola makan saat sahur dan berbuka tidak tepat, kondisi ini bisa memicu iritasi pada lambung dan membuat gejala semakin terasa.

Beberapa kebiasaan yang sering dilakukan tanpa disadari ternyata dapat memicu naiknya asam lambung saat berpuasa.

Salah satunya adalah makan dalam jumlah besar sekaligus saat berbuka puasa. Setelah seharian menahan lapar, sebagian orang cenderung langsung mengonsumsi makanan dalam porsi besar. Kebiasaan ini dapat membuat lambung bekerja lebih berat sehingga produksi asam lambung meningkat.

Selain itu, konsumsi kopi secara berlebihan saat sahur juga dapat memicu naiknya asam lambung. Kandungan kafein dalam kopi dapat merangsang produksi asam lambung, terutama jika diminum dalam kondisi perut kosong.

Konsumsi makanan yang terlalu banyak mengandung minyak, santan, dan rasa pedas juga menjadi salah satu pemicu. Jenis makanan seperti gorengan, makanan bersantan, serta makanan pedas dapat memperlambat proses pencernaan dan memicu peningkatan asam lambung.

Kebiasaan langsung tidur setelah sahur juga sebaiknya dihindari. Posisi berbaring setelah makan dapat memudahkan asam lambung naik ke kerongkongan sehingga menimbulkan rasa tidak nyaman di dada dan tenggorokan.

Untuk mencegah naiknya asam lambung saat berpuasa, masyarakat dianjurkan untuk mengatur pola makan dengan lebih baik. Saat berbuka puasa, sebaiknya dimulai dengan makanan ringan seperti kurma dan air putih sebelum mengonsumsi makanan utama. Porsi makan juga perlu dijaga agar tidak berlebihan.

Saat sahur, pilihlah makanan yang bergizi seimbang dan tidak memicu iritasi lambung. Hindari konsumsi kopi berlebihan serta batasi makanan yang terlalu berminyak, bersantan, dan pedas.

Selain itu, berikan jeda waktu sekitar satu hingga dua jam setelah sahur sebelum beristirahat atau tidur agar proses pencernaan berjalan lebih baik.

Dengan menjaga pola makan yang sehat dan kebiasaan yang tepat, kesehatan lambung dapat tetap terjaga selama menjalankan ibadah puasa. Hal ini penting agar tubuh tetap nyaman dan ibadah puasa dapat dijalankan dengan lebih optimal.