KABAR PANGANDARAN – Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Pangandaran, Jeje Wiradinata, menegaskan pentingnya penguatan sinergi “Tiga Pilar” dalam konsolidasi internal partai yang digelar di Aula DPC PDI Perjuangan Pangandaran, Selasa malam, 14 April 2026. Konsolidasi tersebut dirangkaikan dengan penyerahan Surat Keputusan (SK) dari Dewan Pimpinan Pusat (DPP) terkait struktur dan komposisi kepengurusan terbaru.
Menurut Jeje, konsep “Tiga Pilar” merupakan fondasi utama dalam menjalankan roda pemerintahan daerah secara efektif. Sinergi yang dimaksud meliputi keterpaduan antara struktur partai, eksekutif yang diwakili oleh Bupati, serta legislatif melalui DPRD.
“Inti dari konsolidasi ini adalah penegasan kembali konsep Tiga Pilar. Efektivitas kebijakan pemerintah daerah sangat bergantung pada harmonisasi ketiga elemen ini,” ujar Jeje.
Ia menjelaskan, forum Tiga Pilar tidak hanya bersifat simbolis, melainkan menjadi ruang strategis yang secara rutin digunakan untuk merumuskan kebijakan daerah. Bahkan, forum tersebut dijadwalkan bertemu setiap dua minggu sekali guna membahas berbagai isu prioritas, mulai dari penataan parkir hingga penguatan ekonomi desa.
Dalam kesempatan itu, Jeje juga memberikan peringatan tegas kepada kader partai, khususnya yang berada di legislatif, agar tidak membawa dinamika internal ke ruang publik. Menurutnya, setiap persoalan seharusnya diselesaikan melalui mekanisme internal yang telah disediakan.
“Tidak pas kalau ada kader PDI di legislatif, ada dinamika di luar, karena dia punya forum namanya forum tiga pilar,” tegasnya.
Dorong Program “Desa Melesat” dan Infrastruktur Berkualitas
Lebih lanjut, Jeje mengungkapkan visi besar pembangunan daerah yang kini difokuskan pada penguatan desa melalui program “Desa Melesat”. Program ini diarahkan untuk menjadikan desa sebagai pusat pertumbuhan ekonomi baru di Kabupaten Pangandaran.
Sebagai mantan bupati pertama Pangandaran, Jeje mendorong kepemimpinan Bupati Citra Pitriyami agar mampu melampaui capaian pembangunan sebelumnya dengan pendekatan yang lebih terarah dan berkelanjutan.
Ia memaparkan tiga fokus utama dalam evaluasi dan pengembangan desa. Pertama, penguatan aparatur desa agar memiliki kapasitas dan fasilitas yang memadai dalam melayani masyarakat. Kedua, pembangunan infrastruktur berbasis presisi dengan standar teknis yang jelas, seperti penggunaan beton K-250 untuk jalan desa guna menjamin kualitas dan daya tahan.
“Pembangunan tidak boleh lagi dilakukan secara serampangan. Infrastruktur harus dirancang dengan standar yang jelas agar mampu menopang konektivitas ekonomi desa dalam jangka panjang,” jelasnya.
Ketiga, penguatan tata kelola anggaran melalui pengawasan ketat terhadap Dana Desa dan Dana Bagi Hasil (DBH), sehingga benar-benar tepat sasaran dan mampu mendorong partisipasi serta swadaya masyarakat.
Buka Ruang bagi Generasi Muda
Menutup rangkaian konsolidasi, Jeje menekankan pentingnya keterlibatan generasi muda dalam sistem politik. Ia menyatakan bahwa partai membuka ruang seluas-luasnya bagi anak muda yang memiliki semangat untuk membangun daerah.
Jeje mengaku aktif menjalin komunikasi dengan berbagai elemen kepemudaan, seperti Ansor, Fatayat, Pramuka, hingga organisasi siswa (OSIS), sebagai upaya menjaring potensi kader muda.
Menurutnya, perubahan tidak cukup hanya disuarakan melalui kritik dari luar, melainkan harus diiringi dengan keberanian untuk masuk ke dalam sistem dan mengambil peran nyata.
“Kalau ingin negara bagus, orang-orang yang baik harus berada dalam sistem,” ujarnya.
Dengan terbentuknya struktur kepengurusan baru serta penguatan komando melalui konsep Tiga Pilar, PDI Perjuangan Kabupaten Pangandaran optimistis mampu mengawal arah pembangunan daerah yang lebih terfokus, khususnya dalam mendorong kemajuan berbasis potensi desa dan kekuatan akar rumput.






