Berita

Hadapi Kekeringan dan Sambut Milangkala ke-14, Pemkab Pangandaran Gelar Shalat Istisqa di Alun-Alun Parigi

×

Hadapi Kekeringan dan Sambut Milangkala ke-14, Pemkab Pangandaran Gelar Shalat Istisqa di Alun-Alun Parigi

Sebarkan artikel ini
Pemda Pangandaran Menggelar Shalata Istisqa Di Alun Alun Parigi, Kamis, 15 Oktober 2026.(M Jerry/KP).

KABAR PANGANDARAN — Pemerintah Daerah Kabupaten Pangandaran menggelar Shalat Istisqa dan doa bersama di Alun-Alun Parigi, Kamis (15/10/2026). Kegiatan ini dihadiri oleh jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), tokoh agama, serta ratusan warga masyarakat sekitar.

Ibadah tersebut dilaksanakan sebagai bentuk ikhtiar batin dalam menghadapi musim kemarau dan kekeringan yang mulai berdampak pada kehidupan masyarakat, sektor pertanian, dan lingkungan di wilayah Kabupaten Pangandaran.

Dalam sambutannya, Bupati Pangandaran Citra Pitriyami menyampaikan bahwa Shalat Istisqa merupakan wujud ketundukan dan permohonan berserah diri hamba kepada Allah SWT di tengah kondisi sulit.

“Pelaksanaan Shalat Istisqa hari ini merupakan bentuk ikhtiar dan ketundukan kita sebagai manusia. Di tengah kondisi hujan yang belum turun dan dampak kekeringan yang mulai dirasakan, sudah selayaknya kita tidak hanya berikhtiar secara lahiriah, tetapi juga mendekatkan diri kepada Allah SWT melalui doa dan permohonan,” ujar Citra.

Bupati menegaskan pentingnya ketersediaan air bagi kelangsungan hidup seluruh elemen di Pangandaran, mulai dari kebutuhan harian warga hingga produktivitas lahan pertanian. Oleh karena itu, Shalat Istisqa diharapkan dapat membawa keberkahan dan hujan limpahan rahmat.

Momentum Muhasabah dan Refleksi Milangkala ke-14

Selain bermunajat memohon turunnya hujan, Bupati Citra mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk menjadikan momen ini sebagai sarana muhasabah dan introspeksi diri.

“Mari kita perbanyak istighfar, memperbaiki hubungan dengan Allah SWT, memperkuat kepedulian terhadap sesama, serta menjaga alam dan lingkungan yang telah diamanahkan kepada kita,” tambahnya.

Kegiatan spiritual ini terasa semakin bermakna mengingat Kabupaten Pangandaran akan segera memperingati Milangkala (hari jadi) ke-14. Menurut Bupati, perjalanan selama 14 tahun merupakan momentum penting untuk bersyukur atas capaian pembangunan sekaligus mengevaluasi berbagai tantangan yang masih ada.

“Empat belas tahun perjalanan tentu bukan waktu yang singkat. Banyak kemajuan yang telah kita raih bersama, tetapi masih ada pekerjaan rumah yang harus diselesaikan. Peringatan Milangkala ini hendaknya menjadi kesempatan untuk bersyukur, mengevaluasi diri, dan berdoa agar Pangandaran semakin maju, sejahtera, dan religius,” jelasnya.

Ajakan Sinergi dan Pelestarian Lingkungan

Di akhir sambutannya, Bupati Pangandaran menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah, ulama, tokoh masyarakat, dunia usaha, dan seluruh elemen warga dalam membangun daerah.

“Pemerintah tidak mungkin bekerja sendiri. Diperlukan dukungan dari seluruh elemen masyarakat. Mari kita jadikan Shalat Istisqa dan doa bersama ini sebagai pengingat bahwa sebesar apa pun kemampuan manusia, pada akhirnya kita tetap membutuhkan pertolongan dan kehendak Allah SWT,” pungkasnya.

Melalui kegiatan ini, Pemkab Pangandaran berharap agar hujan yang membawa manfaat dapat segera turun, sekaligus mempererat rasa kebersamaan dan persaudaraan di tengah masyarakat Pangandaran.