Berita  

Bupati Pangandaran Hadiri Rakor BNPB, Perkuat Sinergi Penanggulangan Bencana di Daerah

Foto Bersama Saat Bupati Pangandaran, Citra Pitriyami, menghadiri pertemuan koordinasi bersama Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dalam rangka memperkuat sinergi dan kolaborasi penanggulangan bencana antara pemerintah daerah dan pemerintah pusat, Senin (27/4/2026). (Istimewa).

KABAR PANGANDARAN – Bupati Pangandaran, Citra Pitriyami, menghadiri pertemuan koordinasi bersama Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dalam rangka memperkuat sinergi dan kolaborasi penanggulangan bencana antara pemerintah daerah dan pemerintah pusat, Senin (27/4/2026).

Pertemuan tersebut menjadi bagian dari langkah strategis untuk meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi berbagai potensi bencana yang dapat terjadi di wilayah Kabupaten Pangandaran.

Kegiatan koordinasi itu dihadiri oleh sejumlah kepala daerah, perwakilan instansi teknis, serta jajaran BNPB yang membahas berbagai tantangan kebencanaan yang dihadapi masing-masing wilayah.

Dalam forum tersebut, dibahas secara khusus mengenai potensi ancaman bencana hidrometeorologi, kekeringan saat musim kemarau, hingga penguatan sistem mitigasi berbasis wilayah.

Bupati Citra Pitriyami menegaskan bahwa Pangandaran sebagai daerah pesisir memiliki kerentanan terhadap berbagai bencana alam, mulai dari gelombang tinggi, banjir, longsor, hingga ancaman kekeringan di sejumlah kawasan.

Karena itu, sinergi yang kuat antara pemerintah daerah dengan BNPB dinilai sangat penting agar penanganan bencana dapat dilakukan secara cepat dan terukur.

“Koordinasi seperti ini sangat penting agar daerah memiliki kesiapan yang lebih matang dalam menghadapi kemungkinan bencana. Pangandaran membutuhkan dukungan yang berkelanjutan agar sistem mitigasi yang dibangun bisa berjalan maksimal demi melindungi masyarakat,” ujar Citra dalam forum tersebut.

Selain membahas risiko kebencanaan, pertemuan tersebut juga menyoroti langkah antisipasi menghadapi musim kemarau yang diperkirakan akan mulai berdampak di sejumlah wilayah dalam beberapa bulan ke depan. Pemerintah daerah diminta untuk segera memetakan daerah rawan kekeringan, menyiapkan cadangan air bersih, serta memperkuat koordinasi dengan seluruh unsur terkait termasuk TNI, Polri, relawan, dan masyarakat.

BNPB dalam kesempatan itu menekankan pentingnya pendekatan penanggulangan bencana yang tidak hanya berfokus pada saat kejadian, tetapi juga pada upaya pencegahan dan pengurangan risiko sejak dini. Pemerintah daerah didorong untuk meningkatkan edukasi kepada masyarakat agar lebih memahami langkah-langkah penyelamatan saat terjadi bencana.

Bupati Citra juga menyampaikan komitmen Pemerintah Kabupaten Pangandaran untuk terus memperkuat kapasitas daerah dalam bidang kebencanaan. Salah satunya melalui peningkatan sarana pendukung, pelatihan bagi petugas lapangan, serta penguatan sistem informasi yang dapat memberikan peringatan dini kepada masyarakat secara lebih cepat.

Menurutnya, keberhasilan penanggulangan bencana tidak bisa hanya bergantung pada satu pihak saja, melainkan harus melibatkan seluruh elemen secara terpadu. Kolaborasi lintas sektor menjadi kunci penting agar setiap potensi bencana dapat ditangani dengan respons yang cepat, tepat, dan terkoordinasi.

“Keselamatan masyarakat adalah prioritas utama. Karena itu, kami ingin memastikan seluruh perangkat daerah memiliki kesiapan yang sama dalam menghadapi berbagai kemungkinan yang dapat terjadi,” tambahnya.

Melalui pertemuan koordinasi ini, diharapkan terbangun komitmen bersama antara pemerintah pusat dan daerah untuk menciptakan sistem penanggulangan bencana yang lebih tangguh. Dengan langkah yang terencana dan kolaboratif, Kabupaten Pangandaran diharapkan semakin siap menghadapi berbagai tantangan kebencanaan di masa mendatang demi menjaga keselamatan dan kesejahteraan masyarakat.***