bjb
Berita  

Bupati Pangandaran Serahkan Bantuan 35 Unit Pompa Air Dari Kementrian Pertanian Kepada Kelompok Tani Di 8 Kecamatan

Bupati Pangandaran Jeje Wiradinata serahkan bantuan pompa air Kementan 35 unit kepada Kelompok Tani dari 8 Kecamatan di Kabupaten Pangandaran di Gedung Balai Benih Dinas Pertanian, Senin,6 Mei 2024.(M Jerry/KP).

KABAR PANGANDARAN – Kementrian Pertanian (Kementan) Republik Indonesia yang dimotori Dirjen Prasarana dan Sarana Pertanian memberikan bantuan ke Kabupaten Pangandaran berupa pompa air berbagai ukuran untuk mendukung Perluasan Areal Tanam (PAT) sebanyak 35 unit terdiri dari 20 unit pompa ukuran 3 inch, 8 unit pompa ukuran 4 inch, dan 7 unit pompa ukuran 6 inch yang diserahkan langsung Bupati Pangandaran kepada perwakilan Kelompok Tani di 8 Kecamatan,bertempat di Aula Balai Benih Pertanian Desa Wonoharjo Pangandaran, Senin,6 Mei 2024.

Kegiatan penyerahan bantuan pompa air dari Kementrian Pertanian dihadiri Bupati Pangandaran, Dandim 0625 Pangandaran,Wakapolres Pangandaran, Kadis Pertanian Pangandaran, Camat dari 8 Kecamatan dan para kelompok penerima bantuan.

Bupati Pangandaran Jeje Wiradinata mengatakan bantuan pompa air dari Kementan ini nanti penggunaannya berkordinasi antara Kodim 0625 dengan Dinas Pertanian Pangandaran jadi bisa berjalan dengan baik.

“Jadi penggunaanya satu pompa air bisa untuk pesawahan seluas 10 hektare,” katanya.

Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Pangandaran Yadi Gunawan, S.Hut., MM., menyampaikan bahwa bantuan pompa ini diprioritaskan diberikan kepada kelompok-kelompok tani yang memiliki lahan sawah tadah hujan dan memiliki sumber air permukaan untuk di pompa khususnya di musim kemarau. Bantuan pompa air untuk Kabupaten Pangandaran, saat ini sudah diusulkan kebutuhan sebanyak 123 unit pompa air, adapun sisa usulan sebanyak 88 unit sedang dalam proses verifikasi oleh Kementan.

“Sampai dengan hari ini sudah terealisasi total sebanyak 35 unit terdiri dari 20 unit pompa ukuran 3 inch, 8 unit pompa ukuran 4 inch, dan 7 unit pompa ukuran 6 inch,” ucapnya.

Menurutnya sebaran wilayah pemberian bantuan yang 35 unit diserahkan kepada Kelompok Tani di 8 Kecamatan diantaranya, Kecamatan Padaherang 13 unit pompa 3 inch, 2 unit pompa 4 inch dan 3 unit pompa 6 inch.

Kecamatan Mangunjaya sebanyak 2 unit pompa 6 inch, Kecamatan Kalipucang 1 unit pompa 6 inch, Kecamatan Pangandaran 1 unit pompa 6 inch, Kecamatan Sidamulih 1 unit pompa 4 inch.

Selanjutnya untuk Kecamatan Parigi 3 unit pompa 3 inch, 3 unit pompa 4 inch, Kecamatan Cijulang 1 unit pompa 6 inch, Kecamatan Cimerak 4 unit pompa 3 inch.

Selain mendorong dengan mengalokasikan tambahan pupuk subsidi, memberikan bantuan benih padi dan jagung, serta memberikan bantuan pompa air.

“Kementerian Pertanian juga mendorong terjalinnya kerja sama dengan instansi lain diantaranya dengan TNI dan Polri,” lanjutnya.

Untuk kerjasama dengan TNI, saat ini telah ditindak lanjuti sampai tingkat Kabupaten, yaitu ditandatanganinya perjanjian kerjasama antara Dinas Pertanian Kabupaten Pangandaran dengan Kodim 0625 Pangandaran pada tanggal 2 april 2024 di aula Kantor Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Jawa Barat, dengan nomor PKS Distan : 521/KPTS.377/Distan.2/IV/2024 dan nomor PKS Kodim: B/152/IV/2024.

Adapun isi perjanjian kerja samanya yaitu sepakat untuk melaksanakan pengawalan penambahan areal tanam padi melalui kegiatan pompanisasi di Kabupaten Pangandaran dengan mensinergikan potensi.

“Tugas, fungsi, kewenangan, dan program yang ada pada para pihak yang bersepakat,” ungkapnya.

Dirinya menambahkan sedangkan untuk kerjasama dengan Polri, saat ini baru penandatanganan kesepakatan kerjasama di tingkat pusat (Menteri Pertanian dengan Kapolri) pada tanggal 25 april 2024, belum ditindaklanjuti secara tertulis di tingkat Provinsi maupun di Kabupaten.

Adapun ruang lingkup kesepakatan kerja sama antara Kementan dengan Polri antara lain Pertukaran dan pemanfaatan data dan/atau informasi,Bantuan pengamanan, Dukungan satuan tugas pangan Polri dalam pembangunan pertanian,Penegakan hukum,Peningkatan kapasitas dan pemanfaatan sumber daya manusia serta pemanfaatan prasarana dan/atau sarana.***