bjb
Berita  

Desa Wisata Ciburial Semakin Banyak Dikunjungi


KEBERADAAN objek wisata di Kabupaten Garut terus mengalami perkembangan yang cukup signifikan. Bahkan kini objek wisata edukasi pun tumbuh dengan baik dan makin banyak diminati.

Salah satu objek wisata edukasi yang kini tengah berkembang di Garut di antaranya Desa Wisata Kampung Ciburial, di Desa Sukalaksana, Kecamatan Samarang. Kini keberadaan objek wisata itu bukan hanya dikenal wisatawan lokal Garut tapi juga dari luar daerah bahkan luar negeri.

Suasana alam yang sangat sejuk dan damai dengan menyuguhkan suasana pedesaan yang sangat kental juga menjadi ciri khas dari Desa Wisata Ciburial. Para pengunjung bukan hanya bisa melakukan
wisata edukasi tapi sekaligus bisa menikmati kesejukan dan keasrian alam pedesaan yang benar-benar cocok dijadikan sebgai tempat peristirahatan.

“Desa Wisata Ciburial ini dibangun pada tahun 2010. Alhamdulillah perkembangannya sangat baik dan kini semakin dikenal wisatawan dari berbagai daerah dan luar negeri sekalipun,” ujar Manajer Pengelola Saung Ciburial, Hadian Hendra Cahya di kawasan Desa Wisata Ciburial, Kamis (27/12/2018).

Konsep yang dikembangkan pengelola di Desa Wisata Ciburial ini tutur Hadian lebih kepada wisata edukasi. Selain bisa menikmati istirahat yang tenang sambil menikmati kesejukan alam pedesaan,
wisataawan juga bisa belajar berbagai macam di tempat ini.

Dikatakannya, tamu yang menginap di Desa Wisaata Ciburial bisa belajar membuat berbagai produk yang menjadi mata pencaharian warga setempat seperti membuat sabun dari bahan akar wangi,
membatik, menanam sayuran, melukis dengan menggunakan media nyiru (tampah), ngagogo (menangkap ikan), sampai tatacara memelihar domba.

Tak hanya itu, tamu juga bisa belajar tentang berbagai budaya masyarakat sekitar seperti pencak silat, angklung, serta berbagai jenis kaulinan barudak
(permainan anak) jaman dulu.

Diakui Hadian, dengan konsep yang disuguhkannya tersebut ternyata malah justeru menjadi daya tarik tersendiri bagi para wisatawan. Mereka mengaku sangat senang karena bukan hanya bisa menikmati liburan yang tenang karena jauh dari hiruk pikuk kendaraan tapi juga bisa merasakan aktivitas warga desa dan juga mendapatkan berbagai ilmu bermanfaat.

Tamu yang datang untuk menginap di tempat yang dikelolanya ini, menurut Hadian justeru lebih banyak berasal dari luar provinsi seperti Banten, Jawa Tengah, Jawa Timur, dan Sumatera. Bahkan
beberapa kali pula ada wisatawan luar negeri yang datang dan menginap di sini, di antaranya wisatawan dari Negara Australia dan Jerman.

Berdayakan Warga Selain terus berkembang, ada satu hal lagi yang membuat para pengelola Desa Wisata Ciburial merasa sangat bangga yakni adanya manfaat yang dirasakan oleh warga. Tak hanya berkesempatan menjual
produk-produk yang mereka hasilkan, warga juga biasa menyewakan rumah mereka sebagai tempat nginap
para wisatawan.

“Kami juga tak hanya melibatkan warga dalam berbagai kegiatan termasuk pemasaran produk yang mereka hasilkan tapi juga kami memanfaatkan rumah warga sebagi tempat penginapan atau homestay. Ini juga sangat menarik bagi para wisatawan karena mereka juga bisa langsung berbaur dan mengikuti apa yang menjadi aktivitas warga,” kata Hadian.

Jumlah rumah warga yang dijadikan “homestay” di daerah tersebut tutur Hadian cukup banyak, yakni mencapai 230 rumah. Rumah yang dijadikan homestay tersebut tersebar di 10 kampung yang ada di Desa Ciburial.

Selain ingin memberdayakan warga, Hadian menerangkan jika penggunaan rumah warga sebagai homestay juga bertujuan untuk memberikan pelayanan yang maksimal kepada pengunjung. Kamar yang tersedia di kawasan objek Desa Wisata saat ini hanya ada 15 kamar yang terdapat di empat saung sementtara tamu
yang datang untuk menginap biasanya jumlahnya cukup banyak.

“Untuk menghindari terjadinya kekurangan kamar di saat tingkat kunjungan tinggi, kami siapkan pula rumah-rumah warga sebagai homestay. Kammi menyadari benar jika saat ini jumlah kamar yang tersedia masih sangat terbatas sedangkan tamu yang datang untuk menginap cukup banyak,” ucapnya.

Bahkan Hadian menyebutkan, pernah ada tamu yang datang dan menginap dengan jumlah mencapai 700 orang. Jika hanya mengandalkan kamar yang ada, sudah pasti tidak akan mencukupi sehingga sebagian diarahkan untuk menginap di rumah-rumah warga yang memang sudah dipersiapkan.

Lebih jauh Hadian menjelaskan, Desa Wisata Ciburial ini berada di bawah naungan BUMDes Sukalaksana. Selain itu, desa wisata ini juga merupakan binaan PT Star Energy.

Acting of Manajer Policy, Government and Public Affairs PT Star Energy, Hadi Kuswoyo, mengatakan pihaknya telah melakukan pendampingan terhadap Desa Wisaata Ciburial ini sejak tahun 2009. Hal ini merupakan program pengembangan ekonomi masyarakat dengan menggunakan dana CSR perusahaan.

“Pendampingan dilakukan dengan tujuan untuk mendukung pendapatan desa sekaligus meningkatkan taraf perekonomian warga. Alhamdulillah program ini berhasil dengan baik dan saat ini Desa Wisata Ciburial terus berkembang sehingga bukan hanya dikenal di kawasan Jawa Barat tapi juga luar Jawa bahkan luar negeri,” kata Hadi.

Menurutnya, keberadaan Desa Wisata Ciburial ini tidak hanya mampu meningkatkan pendapatan desa tapi juga masyarakatnya. Selain penyerapan tenaga kerja, banyak produk yang dihasilkan warga yang juga terpasaarkan dengan baik, belum lagi banyaknya rumah warga yang menjadi homestay.(Aep Hendy
S)***