bjb
Berita  

Pelantikan Pengurus MWCNU Cigugur Pangandaran Masa Khidmat 2024-2029 Resmi Dilantik

Proses Pelantikan MWCNU Kecamatan Cigugur Kabupaten Pangandaran Oleh Ketua Tanfidziyah PWNU Jawa Barat, Senin (22/04/2024). Foto: Dokumentasi Pesantren Nurul Huda Cikandri

KABARPANGANDARAN.ID – Pengurus Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Kecamatan Cigugur Pangandaran, Jawa Barat periode 2024-2029 resmi dilantik. Pelantikan ini dilakukan oleh Ketua Tanfidziyah Pimpinan Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Barat, KH. Juhadi Muhammad, SH, di Pondok Pesantren Nurul Huda Cikandri Cigugur, Senin (22/4/2024).

Pelantikan dihadiri oleh Ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Pangandaran, KH. Raden Hilal Faridz Turmudzi, setelah pembacaan surat keputusan (SK) oleh Sekretaris PCNU Pangandaran, Kiai Asep Abdullah Siroj. Para pengurus MWCNU yang dilantik adalah Rois Suriyah Kyai Sardi, Ketua Tanfidziyah Kyai Abun Bunyamin, serta segenap jajaran kepengurusan masa khidmat 2024-2029.

Kegiatan pelantikan ini digabungkan dengan peringatan Haul Pendiri Pesantren Nurul Huda Cikandri, KH. Nunuh Hasanudin. Acara ini dihadiri oleh sejumlah tokoh penting seperti Ketua Tanfidziyah PWNU Jawa Barat, Rois Suriyah PCNU Pangandaran, para ulama, tokoh masyarakat, serta banom-banom NU.

Ketua Tanfidziyah MWCNU Kecamatan Cigugur yang baru saja dilantik, Kyai Abun Bunyamin, memberikan sambutan di mana ia menekankan tanggung jawab untuk membesarkan dan mengurus NU di Kecamatan Cigugur. “Saya secara pribadi Insya Allah akan mengikrarkan jiwa raga saya untuk Nahdlatul Ulama, berikrar akan mewakafkan jiwa raga saya untuk negara, untuk umat, untuk bangsa dan negara,” ujarnya.

Ketua Tanfidziyah PCNU Pangandaran juga memberikan sambutan dan pengarahan kepada pengurus MWCNU yang baru dilantik. Ia berharap pengurus MWCNU Kecamatan Cigugur bisa berjalan efektif sesuai aturan dan terus berkoordinasi dengan PCNU Pangandaran sebagai nahkoda utama NU di wilayah tersebut.

Dalam sambutan terakhirnya, Ketua Tanfidziyah PWNU Jawa Barat mengingatkan pengurus MWCNU dan PCNU untuk selalu berkoordinasi dan menjalankan program-program yang telah direncanakan. “Bai’at yang dibacakan tadi bukan main-main, karena ini akan dipertanggungjawabkan di dunia dan di akhirat,” tegasnya.

Ketua Tanfidziyah PWNU juga menekankan pentingnya niat yang ikhlas dalam mengurus NU, agar dapat menjalankan tugas dengan baik dan mendapatkan keberkahan dari Allah SWT. ***