bjb
Berita  

Pelepasan Alumni SMK Bhakti Karya Parigi Angkatan Ke-6 Dihadiri Dandim 0625 Pangandaran

Komandan Kodim 0625/Pangandaran, Letkol Inf Indra Mardianto Subroto, M.IP, saat menghadiri pelepasan siswa SMK Bhakti Karya Kelas Multikultural Parigi, Senin,20 Mei 2024.(M Jerry/KP).

KABAR PANGANDARAN – SMK Bhakti Karya Parigi melepas 23 siswa Beasiswa Kelas Multikultural angkatan Ke-6 dari 15 suku, 16 Kabupaten dan 11 Provinsi di Indonesia, acara yang bertemakan “Berdaya Berbudaya Untuk Perdamaian” ini dihadiri langsung oleh Dandim 0625 Pangandaran, bertempat di kampus SMK Bhakti Karya Parigi, Senin, 20 Mei 2024.

SMK Bhakti Karya Parigi merupakan salah satu sekolah kejuruan yang berkomitmen pada pendidikan multikultural. Sekolah ini tidak hanya memberikan pendidikan akademis dan kejuruan, tetapi juga menanamkan nilai-nilai keberagaman dan perdamaian kepada para siswanya.

Komandan Kodim 0625/Pangandaran, Letkol Inf Indra Mardianto Subroto, M.IP, mengatakan kegiatan ini merupakan momen penting bagi 23 siswa/siswi SMK Bhakti Karya yang berhasil menyelesaikan pendidikan di SMK Bhakti Karya Parigi Kelas Multikultural.

“Para alumni tersebut berasal dari 11 provinsi, 15 suku, dan 16 kabupaten/kota di Indonesia, menunjukkan keberagaman dan semangat persatuan dalam bingkai pendidikan,” katanya.

Dandim merasa bangga terhadap prestasi para siswa yang telah mendapatkan beasiswa kelas Multikultural di SMK Bhakti Karya Parigi,siswa ini merupakan generasi penerus bangsa.

“Kalian adalah generasi penerus bangsa yang memiliki potensi besar untuk membawa perubahan positif,” tuturnya.

Keberagaman yang mereka miliki adalah kekuatan untuk membangun Indonesia yang lebih damai dan berbudaya, dan diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi siswa-siswi lain untuk terus berprestasi dan mengharumkan nama sekolah serta daerah asal mereka.

“Dengan tema Berdaya Berbudaya Untuk Perdamaian, diharapkan para alumni mampu menerapkan nilai-nilai perdamaian dan keberagaman dalam kehidupan sehari-hari,” lanjut Dandim.

Acara pelepasan ini dihadiri oleh para guru, orang tua siswa, serta tokoh masyarakat setempat. Suasana haru dan bangga menyelimuti seluruh peserta yang hadir, menandai akhir dari perjalanan pendidikan formal para siswa dan awal dari langkah baru menuju masa depan yang cerah.***