Berita  

Penyakit Jantung Bawaan Ancam Bayi Sejak Kandungan, RSUD Pandega Edukasi Warga Lewat Program NGOBATAN

Ir. Nalagafiar Puratmaja, BMedSc (Hons)., Sp.JP., FIHA, dokter spesialis Jantung dan Pembuluh Darah RSUD Pandega Pangandaran, mengupas secara komprehensif mengenai pengertian PJB, tanda-tanda yang perlu diwaspadai orang tua, hingga langkah penanganan medis yang tepat.(Tangkapan Layar Instagram RSUD Pandega).

KABAR PANGANDARAN – Masalah kesehatan jantung tidak hanya menjadi ancaman bagi orang dewasa. Penyakit Jantung Bawaan (PJB) justru dapat menyerang bayi bahkan sejak masih berada dalam kandungan. Isu serius ini menjadi sorotan utama dalam program edukasi kesehatan NGOBATAN (Ngobrol Bareng Seputar Kesehatan) yang diselenggarakan oleh RSUD Pandega Pangandaran.

Hadir sebagai narasumber, Ir. Nalagafiar Puratmaja, BMedSc (Hons)., Sp.JP., FIHA, dokter spesialis Jantung dan Pembuluh Darah RSUD Pandega Pangandaran, mengupas secara komprehensif mengenai pengertian PJB, tanda-tanda yang perlu diwaspadai orang tua, hingga langkah penanganan medis yang tepat.

Apa Itu Penyakit Jantung Bawaan?

Menurut dr. Nalagafiar, Penyakit Jantung Bawaan merupakan kelainan pada struktur jantung yang terjadi akibat proses pembentukan organ yang tidak sempurna pada masa janin.

“Ini bukan penyakit menular, melainkan kelainan pembentukan jantung yang sudah ada sejak lahir,” jelasnya dalam sesi NGOBATAN, Kamis (5/2/2026).

Kelainan tersebut memiliki spektrum yang luas, mulai dari kebocoran sekat jantung, penyempitan katup, hingga gangguan pada pembuluh darah jantung. Tanpa deteksi dan penanganan dini, PJB berpotensi mengganggu tumbuh kembang anak secara permanen.

Gejala yang Harus Diwaspadai Orang Tua

Dalam suasana diskusi yang santai namun edukatif, dr. Nalagafiar menekankan pentingnya kewaspadaan orang tua terhadap sejumlah tanda fisik pada bayi dan anak, di antaranya:

Sianosis (warna kebiruan): Bibir, lidah, atau kuku tampak membiru, terutama saat bayi menangis atau menyusu.

Napas cepat dan sesak: Anak terlihat kesulitan bernapas meski tidak sedang beraktivitas berat.

Gangguan menyusu: Bayi mudah lelah, sering berhenti menyusu, dan berkeringat berlebihan.

Berat badan sulit naik: Pertumbuhan fisik anak tertinggal dibandingkan anak seusianya.

“Deteksi dini adalah kunci utama. Semakin cepat PJB ditemukan, semakin besar peluang anak untuk tumbuh sehat dan optimal,” tegasnya.

Pentingnya Pemeriksaan Rutin dan Deteksi Dini

Melalui program NGOBATAN, RSUD Pandega Pangandaran mengajak masyarakat untuk tidak ragu berkonsultasi ke fasilitas kesehatan apabila menemukan gejala-gejala tersebut. Saat ini, diagnosis Penyakit Jantung Bawaan dapat dilakukan dengan teknologi Echocardiography (USG Jantung) yang telah tersedia di layanan jantung RSUD Pandega.

Selain itu, upaya pencegahan juga dapat dimulai sejak masa kehamilan dengan menjaga asupan nutrisi, menghindari paparan asap rokok, serta rutin melakukan pemeriksaan ke dokter kandungan.

Penutup

Program NGOBATAN diharapkan mampu meningkatkan literasi kesehatan masyarakat Pangandaran, khususnya terkait penyakit jantung pada anak. Dengan pemahaman yang lebih baik, kasus Penyakit Jantung Bawaan diharapkan dapat terdeteksi dan tertangani lebih dini oleh tenaga medis yang kompeten.

Tentang Narasumber

Ir. Nalagafiar Puratmaja, BMedSc (Hons)., Sp.JP., FIHA merupakan dokter spesialis Jantung dan Pembuluh Darah yang berpraktik di RSUD Pandega Pangandaran, dengan keahlian dalam menangani berbagai kasus kardiovaskular pada pasien dewasa maupun anak dengan kelainan jantung bawaan.