bjb
Berita  

Potensi Cuaca Ekstrem, Masyarakat Pesisir Agar Waspada Berpeluang Terjadi Gelombang Tinggi

Kondisi ombak di Pantai Batu Hiu saat cuaca ekstrem seperti yang disampaikan BMKG terkait Peringatan Gelombang Tinggi, Kamis,14 Maret 2024,(M Jerry/KP).

KABAR PANGANDARAN – Warga masyarakat Jawa Barat khususnya di Kabupaten Pangandaran yang tinggal dan beraktivitas di pesisir sekitar area yang berpeluang terjadi gelombang tinggi agar tetap selalu waspada, dan agar tidak panik terkait dengan informasi Bibit Siklon Tropis 91S 94S, dan 93P namun tetap waspada akan kemungkinan potensi cuaca ekstrem yang ditimbulkannya.

Berdasarkan informasi BMKG mengeluarkan peringatan dini Gelombang Tinggi dengan nomor ΜΕ.301/PD/11/CLP/III/BMKG-2024, berlaku dari tanggal 14 Maret 2024 pukul 07.00 WIB sampai dengan 15 Maret 2024 Pukul 07.00 WIB.

Disampaikan bahwa pola angin di wilayah Indonesia bagian utara umumnya bergerak dari Utara Timur Laut dengan kecepatan angin berkisar 10-20 knot, sedangkan di wilayah Indonesia bagian selatan umumnya terdampak pada bibit siklon 91S dan 94S di Samudra Hindia dengan kecepatan 10-35 knot.

Kecepatan angin tertinggi terpantau di Samudra Hindia selatan Jawa Timur hingga NTB dan NTT, Laut Arafuru, Laut Flores, Perairan Sumbawa hingga Selat Sape, dan Perairan Kep. Sermata Letti serta Kep. Babar – Tanimbar.

Tinggi gelombang mencapai 2,5 – 4,0 meter (tinggi) berpeluang terjadi di Perairan Selatan Sukabumi, Cianjur, Garut, Tasikmalaya, Pangandaran, Cilacap, Kebumen, Purworejo dan Yogyakarta.

Kemudian untuk Samudera Hindia Selatan Sukabumi, Cianjur, Garut, Tasikmalaya, Pangandaran, Cilacap, Kebumen, Purworejo dan Yogyakarta.

BMKG juga menyampaikan untuk memperhatikan risiko tinggi terhadap keselamatan pelayaran yaitu Perahu Nelayan (Kecepatan angin lebih dari 15 knot dan tinggi gelombang di atas 1.25 m), Kapal tongkang (Kecepatan angin lebih dari 16 knot dan tinggi gelombang di atas 1.5 m), Kapal Ferry (Kecepatan angin lebih dari 21 knot dan tinggi gelombang di atas 2.5 m), Kapal Ukuran Besar seperti Kapal Kargo/Kapal Pesiar (Kecepatan angin lebih dari 27 knot dan tinggi gelombang di atas 4.0 m).

Peringatan Dini Cuaca Ekstrem

Deputi Bidang Meteorologi Guswanto menyampaikan bahwa BMKG terus melakukan pemantauan berkelanjutan secara 24/7 untuk perkembangan kondisi cuaca serta potensi pembentukan bibit siklon tropis di dekat/sekitar wilayah Indonesia.

“Masyarakat juga diimbau terus melakukan monitoring perkembangan peringatan dini cuaca ekstrem dari BMKG,” katanya dikutip dari siaran pers kanal resmi bmkg, Kamis,14 Maret 2024.

Mencermati perkembangan dinamika atmosfer di wilayah Indonesia, BMKG secara berkesinambungan terus memantau kondisi cuaca dan potensi dampaknya.

Berdasarkan analisis cuaca terkini serta dengan mengamati perkembangan kondisi cuaca dalam sepekan ke depan, BMKG mengidentifikasi masih adanya potensi peningkatan curah hujan secara signifikan di beberapa wilayah Indonesia.

Seperti di wilayah Jawa Barat pada 15 Maret 2024, Waspada potensi hujan sedang hingga lebat yang disertai kilat/petir dan peningkatan kecepatan angin kencang yang dapat terjadi di sebagian wilayah Kota Depok, Kabupaten dan Kota Bogor, Kabupaten dan Kota Sukabumi Kabupaten Cianjur, Kabupaten Purwakarta, Kabupaten dan Kota Bekasi, Kabupaten Karawang, Kabupaten Subang, Kabupaten Purwakarta, Kabupaten Indramayu, Kabupaten dan Kota Cirebon, Kabupaten Sumedang, Kabupaten Majalengka Kabupaten Kuningan, Kabupaten Bandung Barat, Kota Cimahi, Kabupaten dan Kota Bandung, Kabupaten Ciamis, Kota Banjar dan Kabupaten Pangandaran.

Kemudian pada 16 Maret 2024 masyarakat agar waspada potensi hujan sedang hingga lebat yang disertai kilat petir dan peningkatan kecepatan angin kencang yang dapat terjadi di sebagian wilayah Kota Depok, Kabupaten dan Kota Bogor, Kabupaten dan Kota Sukabumi, Kabupaten Cianjur, Kabupaten dan Kota Bekasi, Kabupaten Karawang, Kabupaten Subang, Kabupaten Purwakarta, Kabupaten Indramayu, Kabupaten dan Kota Cirebon, Kabupaten Sumedang, Kabupaten Majalengka, Kabupaten Kuningan, Kabupaten Bandung Barat, Kota Cimahi, Kabupaten dan Kota Bandung, Kabupaten Ciamis, Kota Banjar dan Kabupaten Pangandaran.

(Sumber Siaran Pers BMKG).