KABAR PANGANDARAN — Menjelang peringatan hari jadi (Milangkala) ke-14 Kabupaten Pangandaran, Bupati Citra Pitriyami melakukan kunjungan silaturahmi ke kediaman Ketua Presidium Pemekaran Kabupaten Pangandaran, Supratman, pada Selasa (20/10/2026).
Pertemuan yang berlangsung dalam suasana hangat dan kekeluargaan tersebut menjadi momentum penting untuk merefleksikan perjalanan daerah selama lebih dari satu dekade, sekaligus mendiskusikan arah kebijakan strategis pembangunan Pangandaran ke depan.
Tiba dengan menggunakan bus dinas Pemkab Pangandaran, Bupati Citra dan rombongan disambut hangat oleh Supratman di halaman rumahnya. Diskusi mendalam yang diselingi canda tawa tersebut mencerminkan sinergi harmonis antara jajaran pemerintah daerah dan tokoh perintis otonomi Pangandaran.
Penataan Anggaran dan Profesionalisme Birokrasi
Dalam perbincangan tersebut, Bupati Citra menegaskan komitmen pemerintahannya untuk menata dan membenahi keuangan daerah. Ia menyoroti pentingnya efisiensi anggaran sebagai langkah kunci agar program pembangunan berjalan maksimal, efektif, dan tepat sasaran.
Menanggapi visi tersebut, Supratman menekankan bahwa efisiensi anggaran harus diimbangi dengan peningkatan profesionalisme di tubuh birokrasi. Ia menyarankan agar promosi dan penempatan pejabat struktural maupun Kepala Dinas dilakukan secara objektif berdasarkan kompetensi, bukan atas dasar kedekatan personal.
“Semua ini harus berlandaskan profesionalitas. Jangan sampai seseorang diangkat menjadi Kepala Dinas hanya karena faktor kedekatan. Pejabat yang dipromosikan harus menyusun rencana kerja terukur, lalu kita uji dan evaluasi kinerjanya dalam satu tahun,” tegas Supratman.
Menjaga Keseimbangan: Pariwisata dan Pertanian
Selain tata kelola pemerintahan, Supratman memaparkan pandangannya mengenai penguatan sektor ekonomi lokal. Meski pariwisata saat ini menjadi lokomotif utama perekonomian Pangandaran, ia mengingatkan agar Pemkab tidak mengesampingkan sektor penopang lainnya, terutama pertanian.
“Jumlah petani di Pangandaran itu lebih banyak daripada nelayan,” ungkap Supratman.
Oleh karena itu, ia mendorong optimalisasi dan pengembangan infrastruktur pengairan, termasuk pemanfaatan maksimal tiga bendungan yang sudah ada serta rencana penambahan kapasitas daya tampung air demi mengantisipasi risiko kekeringan sawah warga.
Pekerjaan Rumah Menuju Destinasi Wisata Kelas Dunia
Terkait cita-cita besar menjadikan Pangandaran sebagai destinasi pariwisata bertaraf internasional, Supratman menilai Pangandaran masih memiliki sejumlah pekerjaan rumah (PR) besar untuk memenuhi standar global.
“Jika kita berbicara tentang Pangandaran sebagai destinasi kelas dunia, perjalanannya masih panjang. Fasilitas berstandar internasional harus mulai hadir di Pangandaran, seperti ketersediaan hotel bintang lima internasional hingga fasilitas kesehatan unggulan,” urainya.
Kunjungan silaturahmi ini menegaskan bahwa perayaan Milangkala ke-14 Kabupaten Pangandaran bukan sekadar kegiatan seremoni tahunan, melainkan momentum krusial untuk berbenah, menyeimbangkan pembangunan sektor pariwisata dengan kesejahteraan masyarakat, serta mewujudkan tata kelola pemerintahan yang semakin profesional.












