bjb
Berita  

Tingkat Kepatuhan Berlalu Lintas di Pangandaran Masih Rendah

PANGANDARAN,(KAPOL).- Jajaran polisi Unit Lalu Lintas Polsek Pangandaran dan Polres Ciamis giat menggelar operasi Patuh Lodaya 2018 di wilayah Kabupaten Pangandaran. Banyak penguna jalan, khususnya pengendara sepeda motor di Kab Pangandaran tidak menggunakan helm.

Kepala Unit Lalu Lintas Polsek Pangandaran Inspektur Dua, Anang Tri mengatakan, bahwa target pada pelaksanaan operasi patuh lodaya 2018 terdapat delapan item sasaran.

Dari delapan item terswbut, menurut Anang, diantaranya yakni sasarannya pengendara sepeda motor di bawah umur, helm standar, melawan arus lalu lintas dan safety bel bagi pengendara mobil.

“Intinya sasarannya pelaksanaan operasi Patuh Lodaya 2018 ini mengedepankan kepada hal-hal yang menyangkut keselamatan bagi pengendara di jalan raya menjelang bulan ramadhan dan hari raya idul fitri,” ungkap Anang.

Pasalnya di bulan-bulan tersebut lanjut Anang, akan terjadi perpindahan orang dari satu tempat ke tempat lain dengan skala besar. Kegiatan masyarakat pun kata Anang akan meningkat secara keseluruhan.

Adapun pelanggaran yang terbesar ditemukan di lapangan bagi pengendara di Kab Pangandaran, menurut Anang, yaitu banyaknya pengendara yang tidak menggunakan helm standar atau Standar Nasional Indonesia (NSI).

“Tingkat kepatuhan dalam berlalu lintas maaih rendah, ” ujarnya.

Maka upaya untuk meningkatkan kepatuhan terhadap pengendara, kata Anang, secara preventif pihaknya sudah melakukan peneguran-peneguran kepada pelanggar pada operasi simpatik sebelum pelaksanaan operasi lodaya 2018, dan melakukan bimbingan ke sekolah-sekolah terutama usia di bawah umur.

“Kita berikan bimbingan dan arahan penting nya keselamatan bagi pelajar dan kepada orangtuanya sebagai pengguna jalan,” katanya.

Afapun kendala yang ditemukan di sekolah-sekolah, kata Anang, yaitu dengan kurangnya alat transportasi dari daerah pelosok menuju ke sekolah, sehingga pelajar yang di bawah umur terpaksa harus menggunakan sepeda motor berangkat ke sekolah.

“Contohnya seperti pelajar yang berdomisili di daerah pelosok di Desa Pagergunung dengan tidak ada alat transportasi umum, maka pelajar terpaksa harus menggunakan motor ke sekolah,” ujarnya.

Maka, menurut Anang, perlu adanya sinergisitas antara pihak kepolisian dengan pemerintah daerah terkait alat transportasi umum ke wilayah pelosok yang belum ada.

“Meski demikian kami tetap akan melakukan tindakan terhadap pengguna kendaraan yang melakukan pelanggaran,” pungkasnya.

Hal senada juga disampaikan Kapolsek Pangandaran Kompol Suyadhi, operasi patuh lodaya yang digelar di wilayah Kab Pangandaran guna menekan angka kecelakaan lalu lintas dan menekan pelanggaran bagi pengguna jalan.

“Kalau sekarang sudah masuk upaya hukum. Kalau yang melanggar langsung di tindak. Walaupun tetap simpatik ya ada yang ditegur dan ada yang tidak,” ujarnya.

Malalahan bagi pengendara yang tertib, kata Suyadhi ada yang diberi penghargaan, seperti yang sudah dilakukan oleh Polres Ciamis.

“Pengendara yang tertib akan dikasih berupa kenang-kenangan atau suvenir dari polisi,” katanya. (Agus Kusnadi)***