Berita  

Transformasi Digital RSUD Pandega Pangandaran Permudah Akses Layanan Pasien

Dini Hari Wahyuni, membagikan pengalaman positifnya saat memanfaatkan layanan digital tersebut. Ia mengaku, perubahan sistem di RSUD Pandega memberikan kemudahan signifikan, khususnya dalam proses pendaftaran yang kini lebih praktis dan efisien.

KABAR PANGANDARAN – Transformasi digital dalam sektor kesehatan kini semakin dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Salah satu implementasi nyata hadir di RSUD Pandega Pangandaran melalui pemanfaatan aplikasi Mobile JKN yang terbukti mampu mempersingkat alur pendaftaran serta meningkatkan kenyamanan pasien.

Inovasi berbasis digital ini menjadi jawaban atas berbagai keluhan klasik yang selama ini kerap muncul, seperti antrean panjang, proses administrasi yang berbelit, hingga keterbatasan informasi layanan. Dengan hadirnya Mobile JKN, pasien kini dapat mengakses berbagai layanan hanya melalui genggaman tangan.

Salah satu pasien, Dini Hari Wahyuni, membagikan pengalaman positifnya saat memanfaatkan layanan digital tersebut. Ia mengaku, perubahan sistem di RSUD Pandega memberikan kemudahan signifikan, khususnya dalam proses pendaftaran yang kini lebih praktis dan efisien.

“Alhamdulillah, selama pelayanan di Pandega pendaftarannya mudah. Suka dibantu sama petugas, dan di bagian pendaftaran pun selalu menggunakan JKN,” ujar Dini dalam video testimoni yang dibagikan oleh pihak rumah sakit.

Menurutnya, kehadiran petugas yang sigap dan responsif menjadi nilai tambah dalam penerapan sistem digital ini. Tidak hanya bagi pasien yang sudah terbiasa menggunakan teknologi, RSUD Pandega juga memberikan pendampingan bagi pasien baru atau masyarakat yang belum memiliki akun Mobile JKN.

Petugas di lapangan bahkan membantu langsung proses pembuatan akun hingga pasien dapat menggunakan aplikasi tersebut secara mandiri. Langkah ini dinilai efektif dalam mendorong percepatan adaptasi digital di kalangan masyarakat, khususnya bagi mereka yang masih awam terhadap teknologi.

Salah satu fitur yang paling dirasakan manfaatnya adalah layanan pengambilan antrean kontrol secara daring. Dengan fitur ini, pasien tidak perlu lagi datang lebih awal hanya untuk mendapatkan nomor antrean. Proses yang sebelumnya memakan waktu kini dapat dilakukan dari rumah dengan lebih praktis.

“Kalau mau mengambil antrean untuk kontrol selanjutnya selalu dibantu. Bahkan kalau lupa password pun selalu dibantu oleh petugas,” tambah Dini.

Kemudahan tersebut menunjukkan bahwa transformasi digital tidak hanya soal teknologi, tetapi juga tentang kesiapan sumber daya manusia dalam memberikan pelayanan yang humanis dan solutif. Pendampingan yang diberikan petugas menjadi kunci agar seluruh lapisan masyarakat dapat merasakan manfaat inovasi ini secara merata.

Di sisi lain, isu perbedaan layanan antara pasien umum dan peserta BPJS Kesehatan juga menjadi perhatian publik. Namun, pengalaman berbeda justru dirasakan oleh Dini. Ia menegaskan bahwa pelayanan di RSUD Pandega Pangandaran diberikan secara setara tanpa diskriminasi.

“Petugasnya sangat ramah, sangat membantu, dan pelayanannya juga oke. Tidak ada yang dibeda-bedakan, mau pasien umum atau BPJS pun selalu sama,” tegasnya.

Pihak RSUD Pandega Pangandaran terus mendorong masyarakat untuk memanfaatkan aplikasi Mobile JKN sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan. Selain mempercepat proses administrasi, sistem ini juga dinilai lebih transparan dan efisien.

Melalui integrasi teknologi dan pelayanan yang prima, RSUD Pandega Pangandaran optimistis dapat memberikan pengalaman berobat yang lebih baik bagi masyarakat. Transformasi digital ini diharapkan menjadi langkah konkret dalam mewujudkan layanan kesehatan yang modern, inklusif, dan berorientasi pada kebutuhan pasien.***