KABAR PANGANDARAN — Komandan Kodim (Dandim) 0625/Pangandaran, Letkol Czi Citra Kurniawan, S.Hub.Int., M.H.I., meresmikan dua jembatan gantung yang berada di wilayah Kabupaten Pangandaran, Selasa (10/3/2026). Kedua jembatan tersebut masing-masing berada di Sungai Batununggal, Dusun Ciwalini RT 15/RW 05 Desa Ciparanti Kecamatan Cimerak, serta Sungai Ciharuman, Dusun Cikarees RT 06/RW 02 Desa Harumandala Kecamatan Cigugur.
Peresmian tersebut merupakan bagian dari program nasional Launching 200 Jembatan Gantung Garuda yang dilaksanakan secara serentak di berbagai wilayah Indonesia. Kegiatan tersebut dipimpin langsung oleh Kepala Staf Angkatan Darat (Kasad) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak melalui sambungan video conference.
Program pembangunan jembatan gantung ini merupakan salah satu wujud komitmen TNI Angkatan Darat dalam membantu percepatan pembangunan infrastruktur di daerah, khususnya wilayah yang sebelumnya memiliki keterbatasan akses transportasi.
Dalam sambutannya, Dandim 0625/Pangandaran Letkol Czi Citra Kurniawan menyampaikan bahwa program Jembatan Gantung Garuda menjadi simbol nyata kemanunggalan TNI dengan rakyat. Ia menegaskan bahwa kehadiran TNI tidak hanya berfokus pada tugas menjaga kedaulatan negara, tetapi juga memiliki peran penting dalam mendukung pembangunan serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Menurutnya, pembangunan jembatan gantung tersebut sangat penting bagi masyarakat di wilayah pedesaan yang selama ini harus menghadapi risiko ketika melintasi sungai, terutama saat debit air meningkat pada musim hujan.
“Dengan adanya jembatan ini, jalur yang sebelumnya berisiko kini menjadi akses yang lebih aman dan cepat untuk dilalui. Hal ini tentunya akan membantu mobilitas masyarakat, memperlancar aktivitas ekonomi, serta mempermudah akses pendidikan bagi anak-anak yang harus menyeberangi sungai setiap hari,” ujar Letkol Czi Citra Kurniawan.
Ia menambahkan bahwa pembangunan jembatan ini diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat, terutama dalam mendukung aktivitas perdagangan, distribusi barang, serta kegiatan sosial lainnya di wilayah tersebut.
Dandim juga mengingatkan masyarakat agar dapat menjaga serta merawat fasilitas yang telah dibangun tersebut secara bersama-sama. Menurutnya, keberadaan jembatan gantung ini harus dimanfaatkan dengan sebaik mungkin agar manfaatnya dapat dirasakan dalam jangka panjang.
“Jembatan ini tidak hanya menjadi sarana penghubung antarwilayah, tetapi juga simbol kebersamaan dan semangat gotong royong antara TNI dan masyarakat. Kami berharap masyarakat dapat menjaga dan merawat jembatan ini agar terus memberikan manfaat bagi generasi mendatang,” tambahnya.
Sementara itu, warga Dusun Cikarees dan sekitarnya menyambut antusias peresmian jembatan gantung tersebut. Mereka mengaku sangat terbantu dengan adanya fasilitas baru yang mempermudah akses menuju berbagai wilayah di sekitar desa.
Salah seorang warga menyampaikan bahwa sebelumnya masyarakat harus menyeberangi sungai dengan cara yang cukup berisiko, terutama saat musim hujan ketika arus sungai menjadi deras.
Dengan adanya jembatan gantung tersebut, warga kini dapat beraktivitas dengan lebih aman dan nyaman. Akses menuju sekolah, lahan pertanian, hingga pusat kegiatan ekonomi masyarakat menjadi lebih mudah dijangkau.
Program pembangunan jembatan gantung ini juga menjadi bagian dari peran TNI AD dalam menjalankan tugas non-operasional untuk membantu pemerintah dalam mempercepat pembangunan di daerah serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Acara peresmian ditandai dengan prosesi pemotongan pita sebagai simbol diresmikannya kedua jembatan gantung tersebut. Setelah prosesi peresmian, Dandim 0625/Pangandaran bersama rombongan melakukan peninjauan langsung ke lokasi jembatan guna memastikan fasilitas tersebut dapat digunakan dengan baik oleh masyarakat.






