Berita  

Rakor Darurat Digelar Usai Insiden Maut Pohon Tumbang di Pangandaran, DPRD Soroti Lemahnya Mitigasi

Ketua DPRD Kabupaten Pangandaran, Asep Noordin, langsung menggelar rapat koordinasi (rakor) darurat lintas sektor, Rabu (25/3/2026), menyusul peristiwa maut akibat dahan pohon tumbang di wilayah Sukaresik, Kecamatan Sidamulih.Rakor di Gedung TIC Pangandaran, Rabu,25 Maret 2026.(M Jerry/KP).

KABAR PANGANDARAN – Insiden tragis yang merenggut nyawa seorang warga di jalur utama Pangandaran–Parigi memicu respons cepat dari Pemerintah Daerah. Ketua DPRD Kabupaten Pangandaran, Asep Noordin, langsung menggelar rapat koordinasi (rakor) darurat lintas sektor, Rabu (25/3/2026), menyusul peristiwa maut akibat dahan pohon tumbang di wilayah Sukaresik, Kecamatan Sidamulih.

Rakor yang digelar di Gedung TIC Pangandaran itu dihadiri sejumlah unsur strategis, mulai dari Dinas PUPR, kepolisian, BPBD, Dinas Perhubungan, Dinas Pariwisata dan Kebudayaan, Camat Sidamulih, hingga relawan Tagana dan pihak terkait lainnya.

Langkah cepat ini diambil setelah seorang pengendara, Dewi Safitri (23), meninggal dunia usai tertimpa dahan kering pohon mahoni saat melintas di Jalan Raya Provinsi Pangandaran–Parigi, Selasa (24/3/2026) sekitar pukul 23.00 WIB.

“Kami turut berduka cita. Semoga almarhumah husnul khatimah dan keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan,” ujar Asep.

Namun lebih dari sekadar belasungkawa, Asep menegaskan bahwa peristiwa ini menjadi alarm keras bagi seluruh pemangku kepentingan terkait lemahnya mitigasi keselamatan di ruang publik, khususnya di jalur vital dan kawasan wisata.

“Sejak awal kami menekankan bahwa kenyamanan dan keamanan adalah hal utama, apalagi Pangandaran adalah daerah tujuan wisata. Ini tidak boleh dianggap sepele,” tegasnya.

Menurut Asep, karakter wilayah Pangandaran yang mengandalkan potensi alam justru membawa konsekuensi risiko tinggi terhadap bencana, termasuk pohon tumbang yang kerap luput dari perhatian.

Ia menekankan bahwa upaya mitigasi tidak boleh bersifat musiman.

“Jangan hanya bergerak saat jelang Lebaran atau Tahun Baru. Ini harus dilakukan rutin dan terencana agar risiko kecelakaan, apalagi sampai menimbulkan korban jiwa, bisa diminimalisir,” katanya.

Asep juga menyoroti pentingnya perencanaan terpadu lintas instansi agar kejadian serupa tidak terus berulang.

“Bencana itu bukan hanya longsor atau banjir. Dahan pohon tumbang yang terlihat sederhana pun bisa mematikan jika tidak diantisipasi serius,” tambahnya.

Kronologi Maut di Tengah Sepinya Jalan

Insiden nahas tersebut terjadi di Dusun Ciharas, Desa Sukaresik, tepatnya di perbatasan RT 001 dan RT 002 RW 001. Korban diketahui merupakan warga Dusun Ciokong yang baru lulus kuliah dan telah bekerja.

Berdasarkan keterangan warga setempat, Ade Mustopa, dahan kering berukuran besar diduga telah rapuh dan terlepas dari batang utama sesaat sebelum korban melintas.

Saat kejadian, kondisi jalan relatif sepi. Dahan tersebut jatuh dan menghantam keras bagian kepala serta bahu korban.

Benturan itu begitu kuat hingga sepeda motor yang dikendarai korban masih sempat melaju sekitar 10 meter sebelum akhirnya terjatuh di depan gerbang masjid setempat.

Warga yang berada di sekitar lokasi segera memberikan pertolongan. Namun nahas, nyawa korban tidak dapat diselamatkan.

Birokrasi Jadi Penghambat Mitigasi

Tragedi ini kembali membuka persoalan klasik: rumitnya perizinan dalam pemeliharaan pohon di jalur milik provinsi.

Ketua Tagana Kabupaten Pangandaran, Nana Suryana (Nay), mengungkapkan bahwa upaya pemangkasan pohon sering kali terkendala prosedur administratif.

“Sekarang susah izin dari pihak PUPR terkait pemangkasan. Ini jadi hambatan di lapangan,” ujarnya.

Ia menyarankan agar pemerintah desa segera mengajukan permohonan resmi agar langkah mitigasi memiliki dasar hukum yang jelas dan tidak terhambat birokrasi.

Warga Desak Penanganan Cepat

Keluhan juga datang dari warga setempat yang menilai kondisi pohon mahoni di sepanjang jalur tersebut sudah lama mengkhawatirkan.

Dahan kering yang rimbun dan tidak terlihat dari bawah dinilai berpotensi membahayakan pengguna jalan, terutama pada malam hari.

“Kami mohon segera ada pemangkasan. Jangan sampai ada korban jiwa lagi,” tegas Ade Mustopa.

Polisi Lakukan Pendalaman

Hingga berita ini diturunkan, pihak kepolisian masih melakukan pendalaman terkait insiden tersebut. Sementara itu, keluarga korban diarahkan untuk mengurus administrasi guna pengajuan santunan melalui Jasa Raharja.

Peristiwa ini menjadi pengingat keras bahwa keselamatan di ruang publik bukan hanya soal infrastruktur jalan, tetapi juga menyangkut aspek lingkungan yang kerap terabaikan dan dalam kondisi tertentu, bisa berubah menjadi ancaman mematikan.