bjb
Berita  

Kapolda Jabar Lepasliarkan 100 Anak Penyu Hijau

PARIGI,(KAPOL).-Sebanyak 100 anak penyu jenis penyu hijau dilepasliarkan oleh Kapolda Jawa Barat, Irjen Pol Agung Budi Maryoto di pantai barat obyek wisata pantai Batu Hiu Parigi Kabupaten Pangandaran.

Dalam kunjungan kerjanya, Kapolda Jawa Barat juga sekaligus penandatanganan deklarasi anti hoax bersama pemerintah daerah serta ratusan masyarakat untuk menggunakan media sosial dengan benar, santun dan cerdas.

Dalam sambutan Bupati Pangandaran, Jeje Wiradinata menyampaikan atas nama Pemerintah Kab Pangandaran selamat datang dan terima kasih kepada bapak Kapolda semoga merupakan pertanda baik bagi Kab Pangandaran yang sedang berkembang dan menata diri.

“Tentunya keamanan dan ketertiban menjadi hal yang paling penting di dalam rangka mensupport Pangandaran sebagai tujuan wisata dunia dengan melakukan penataan kawasan, dan relokasi kaki lima,” ujarnya.

Jeje berharap,  dengan kedatangan  Kapolda  Jabar berserta jajarannja memberikan motivasi untuk kemajuan Pangandaran.

“Agar kami bisa bekerja dengan baik dan tentu dengan pasti pak Kapolda dan jajarannya akan memberikan segala kepentingan yang berkaitan dengan kepentingan umum di Kabupaten Pangandaran serta memberi kesan yang tersendiri bagi masyarakat,” ucapnya.

Deklarasi Anti Hoax

Ditambah lagi dengan kegiatan bakti sosial, menurut Jeje, tentu akan sangat luar biasa sekaligus mendeklarasikan anti hoax di Kab Pangandaran untuk mendukung langkah-langkah kepolisian mengambil tindakan-tindakan yang berkaitan dengan hal itu.

Kapolda Jabar, Irjen Pol Agung Budi Maryoto mengatakan, sebagai Kapolda Jawa Barat bisa hadir di tengah masyarakat Kab Pangandaran untuk yang kedua kalinya.

Menurut Agung, obyek wisata di Pangandaran cukup terkenal yaitu dengad pantainya. Sekaligus kehadirannya di Pangandaran bisa melihat langsung kesiapan simulasi pertolongan dan penyelamatan korban saat terjadi bencana.

Dalam proses pilkada kata Agung melalui suatu proses yang panjang dengan harapan menciptakan para calon pimpinan-pimpinan yang bisa akrab, bisa bersih dan bersilaturahim.

“Maka di tingkat bawah juga harus lebih akrab lagi. Menciptakan suasana aman, tertib, damai,” ucapnya.

Lanjut Agung, untuk pasangan calon baik dari gubernur maupun wakil gubernur yang bisa mengendalikan tim suksesnya sehingga sampai dengan sekarang hari ini semuanya relatif aman.

“Termasuk juga yang ada di Kab Pangandaran ini saya ucapkan terimakasih atas partisipasinya dalam pilkada yang aman dan kondusif,” tuturnya.

Terkait deklarasi anti hoax, Agung menyampaikan kejadian-kejadian yang terjadi di wilayah Jawa Barat berkaitan isu-isu di media sosial, dimana penggunaan IT sangat tinggi.

“Kalau kita lihat bangsa Indonesia penduduknya kurang lebih 260 juta sekian, tapi yang menggunakan handphone lebih dari 350 juta. Itu berarti hampir setiap orang memiliki handphone lebih dari satu dengan berbagai teknologinya yang ada,” ujarnya.

Dia juga memaparkan beberapa peristiwa yang berkaitan dengan berita-berita hoax yang terjadi di Jawa Barat diantaranya ada ulama yang dianiaya, tokoh masyarakat dianiaya, Marbot yang terakhir di Kecamatan Pameungpeuk Garut juga demikian. Namun dari 21 berita kata Agung hanya ada dua yang benar dan benar terjadi.

“Sementara yang 19 berita itu semuanya hoax alias bohong. Dan kami telah melakukan langkah-langkah penyelidikan dan pemeriksaan, dan sudah diserahkan ke Kejaksaan,” ungkapnya.

Asuransi 1000 Nelayan

Dalam kunjungan, Kapolda Jabar memberikan asuransi kepada 1000 nelayan di Kab Pangandaran dan memberikan bantuan berupa alat keselamatan.

“Mudah-mudahan kedepan akan ditambahkan lagi untuk bantuan alat keselamatan dan asuransi nelayan,” pungkasnya. (Agus Kusnadi)***