KABAR PANGANDARAN – Suasana aula RSUD Pandega Pangandaran tampak berbeda dari biasanya. Jika umumnya dipenuhi kegiatan rapat atau pelayanan kesehatan, kali ini ruangan tersebut disulap menjadi pusat vaksinasi sementara bagi para pegawai rumah sakit. Sejak pagi hari, antrean tenaga kesehatan hingga staf administrasi terlihat mengular untuk menerima vaksin Measles dan Rubela (MR) sebagai bagian dari upaya perlindungan kesehatan di lingkungan kerja rumah sakit.
Program vaksinasi yang digelar selama dua hari, mulai Senin, 29 April 2024, itu menjadi langkah strategis RSUD Pandega dalam meminimalkan risiko penyebaran penyakit menular di fasilitas pelayanan kesehatan.
Tidak hanya menyasar dokter dan perawat yang setiap hari berhadapan langsung dengan pasien, vaksinasi juga diberikan kepada seluruh unsur pegawai rumah sakit, termasuk petugas administrasi dan tenaga pendukung lainnya.
Manajemen RSUD Pandega Pangandaran menilai bahwa kesehatan tenaga pelayanan merupakan fondasi utama dalam menjaga kualitas layanan kesehatan kepada masyarakat. Karena itu, perlindungan terhadap sumber daya manusia di lingkungan rumah sakit menjadi prioritas penting.
“Ini adalah bentuk komitmen kami dalam menjaga kesehatan tenaga pelayanan serta menciptakan lingkungan kerja yang aman dan sehat,” tulis pihak manajemen RSUD Pandega dalam keterangan resminya.
Dalam pelaksanaan vaksinasi tersebut, RSUD Pandega tidak bekerja sendiri. Rumah sakit menggandeng tiga Puskesmas di wilayah Pangandaran, yakni Puskesmas Cikembulan, Puskesmas Sidamulih, dan Puskesmas Pangandaran.
Kolaborasi lintas sektor ini menjadi bukti sinergi antar fasilitas kesehatan di Kabupaten Pangandaran dalam mendukung program pencegahan penyakit menular sekaligus memperkuat target kekebalan kelompok atau herd immunity di lingkungan strategis pelayanan publik.
Vaksin MR sendiri diberikan untuk mencegah penyakit campak (measles) dan rubela yang hingga kini masih menjadi ancaman kesehatan, terutama di lingkungan dengan mobilitas tinggi seperti rumah sakit.
Meski sering dianggap sebagai penyakit yang menyerang anak-anak, campak dan rubela juga dapat berdampak serius pada orang dewasa. Penularannya yang sangat cepat melalui saluran pernapasan membuat kedua penyakit ini berisiko menimbulkan wabah apabila tidak dicegah dengan imunisasi.
Pada kondisi tertentu, campak dapat menyebabkan komplikasi berat seperti pneumonia, diare berat, hingga radang otak. Sementara rubela menjadi ancaman serius bagi ibu hamil karena dapat menyebabkan sindrom rubela kongenital pada janin yang berdampak pada gangguan penglihatan, pendengaran, maupun perkembangan organ tubuh bayi.
Karena itu, vaksinasi MR menjadi salah satu langkah preventif yang dinilai sangat penting, terutama bagi tenaga kesehatan yang setiap hari berada di lingkungan dengan risiko paparan penyakit yang tinggi.
Pemerintah sendiri saat ini tengah mendorong percepatan eliminasi campak dan rubela secara nasional pada tahun 2026. Dalam target tersebut, rumah sakit dan fasilitas kesehatan memiliki peran penting untuk memastikan lingkungan pelayanan tetap aman dan tidak menjadi pusat penularan baru.
Antusiasme pegawai RSUD Pandega dalam mengikuti vaksinasi terlihat cukup tinggi. Bagi para tenaga kesehatan, vaksinasi bukan hanya bentuk perlindungan diri, tetapi juga bagian dari tanggung jawab profesional untuk menjaga keselamatan pasien.
Selain penggunaan Alat Pelindung Diri (APD), vaksinasi dinilai menjadi lapisan perlindungan tambahan yang penting dalam mendukung terciptanya budaya keselamatan kerja di lingkungan rumah sakit.
Melalui program ini, RSUD Pandega Pangandaran berharap kesadaran terhadap pentingnya imunisasi di lingkungan kerja semakin meningkat. Rumah sakit juga ingin memberikan contoh bahwa upaya menjaga kesehatan masyarakat harus dimulai dari perlindungan internal tenaga pelayanan kesehatan itu sendiri.
Dengan langkah preventif yang terus diperkuat, RSUD Pandega berkomitmen menciptakan lingkungan kerja yang sehat, aman, dan profesional demi memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat Pangandaran dan sekitarnya.






