KABAR PANGANDARAN – Kompetisi sepak bola usia dini Liga Jabar Istimewa 2026 (LJI) Regional Kabupaten Pangandaran resmi selesai digelar dengan sukses di Lapang Kebon Carik, Desa Babakan, Kabupaten Pangandaran. Turnamen yang berlangsung meriah tersebut menjadi ajang pembinaan sekaligus pencarian bakat bagi para pesepak bola muda dari berbagai Sekolah Sepak Bola (SSB) di wilayah Pangandaran dan sekitarnya.
Ratusan pemain muda tampil penuh semangat dan sportivitas selama kompetisi berlangsung. Antusiasme para orang tua, pelatih, hingga masyarakat pecinta sepak bola turut mewarnai jalannya turnamen yang menjadi salah satu agenda pembinaan olahraga usia dini paling bergengsi di tingkat regional tersebut.

Pada kategori U14, tim Samudra Gemilang berhasil keluar sebagai juara setelah tampil impresif sepanjang pertandingan. Permainan solid dan kerja sama tim yang baik menjadi kunci keberhasilan mereka meraih gelar juara Liga Jabar Istimewa 2026 Regional Pangandaran.
Sementara itu, di kategori U10, persaingan berlangsung sangat ketat. SSB Putu Cakra sukses meraih posisi pertama dan tampil sebagai tim terbaik. Posisi kedua diraih Bintang Galuh Selatan, disusul Domas di peringkat ketiga. Samudra Gemilang menempati posisi keempat, sedangkan SSB Babakan berhasil berada di posisi kelima.
Untuk kategori U12, Samudra Gemilang kembali menunjukkan dominasinya dengan meraih gelar juara pertama. Posisi runner-up diraih Putu Cakra yang tampil cukup konsisten selama kompetisi berlangsung. Domas berada di posisi ketiga, diikuti Bintang Galuh Selatan di posisi keempat, serta R2B Garuda yang menempati posisi kelima.
Sekretaris Askab PSSI Kabupaten Pangandaran Andriawan menyampaikan apresiasi kepada seluruh tim peserta, pelatih, official, dan masyarakat yang telah mendukung terselenggaranya kompetisi tersebut dengan aman dan lancar. Menurutnya, Liga Jabar Istimewa bukan hanya soal mencari juara, namun juga menjadi wadah pembinaan karakter, disiplin, dan mental bertanding bagi anak-anak usia dini.
“Melalui kompetisi ini, anak-anak belajar tentang kerja sama, sportivitas, dan semangat pantang menyerah. Kami berharap ajang seperti ini terus berlanjut agar pembinaan sepak bola usia dini di Pangandaran semakin berkembang,” ujarnya.
Selain menjadi ajang kompetisi, Liga Jabar Istimewa 2026 juga menjadi ruang silaturahmi antar-SSB, pelatih, serta masyarakat pecinta sepak bola usia dini. Kehangatan dan kebersamaan terlihat selama turnamen berlangsung, mulai dari tribun penonton hingga di area pertandingan.
Dengan terselenggaranya Liga Jabar Istimewa 2026 di Kabupaten Pangandaran, diharapkan akan lahir generasi pesepak bola muda berbakat yang mampu bersaing di tingkat regional maupun nasional. Potensi besar yang dimiliki para pemain muda dari daerah pesisir selatan Jawa Barat tersebut menjadi modal penting bagi masa depan sepak bola Pangandaran.
Kompetisi ini sekaligus membuktikan bahwa semangat pembinaan olahraga di Kabupaten Pangandaran terus tumbuh dan berkembang. Dukungan berbagai pihak, mulai dari pemerintah daerah, Askab PSSI, pelatih, hingga masyarakat, menjadi faktor penting dalam menciptakan ekosistem pembinaan sepak bola usia dini yang positif dan berkelanjutan.






