KABAR PANGANDARAN – Keberuntungan menghampiri para nelayan tradisional di kawasan Pantai Timur Pangandaran. Seekor ikan kerapu raksasa dengan bobot sekitar 120 kilogram berhasil ditangkap menggunakan jaring arad pada Rabu pagi, 17 Juni 2026, sekitar pukul 08.00 WIB.
Ikan berukuran besar tersebut berhasil dibawa ke daratan setelah melalui proses penarikan jaring yang cukup menegangkan. Hasil tangkapan langka itu kemudian langsung dijual ke Tempat Pelelangan Ikan (TPI) PPI Cikidang Babakan Pangandaran dan menghasilkan pendapatan lebih dari Rp10 juta.
Salah seorang nelayan tradisional Pangandaran, Ai Atong, mengungkapkan bahwa seperti biasanya ia bersama rekan-rekannya berangkat ke laut sejak pagi hari untuk menebar jaring arad di perairan Pantai Timur Pangandaran.
Menurutnya, tidak ada tanda-tanda khusus yang menunjukkan adanya ikan berukuran besar yang terjebak di dalam jaring. Bahkan saat jaring mulai ditarik menuju bibir pantai, para nelayan sempat mengira benda besar yang terlihat di dalam jaring tersebut hanyalah tumpukan sampah yang terbawa arus laut.
“Awalnya dikira sampah. Namun setelah didekati ternyata seekor ikan kerapu berukuran sangat besar,” ujar Ai Atong.
Ai Atong menjelaskan, ukuran ikan yang sangat besar membuat jaring yang digunakan mengalami kerusakan dan sobek di beberapa bagian. Beruntung, ikan tersebut tetap terjebak sehingga tidak berhasil lolos ke laut lepas.
“Jaring sampai sobek, untungnya ikannya tidak lepas. Padahal kondisi air laut saat itu sedang pasang dan ketinggian air di tepi pantai mencapai sekitar sepaha orang dewasa,” katanya.
Proses evakuasi ikan dari dalam jaring juga membutuhkan tenaga ekstra karena bobotnya yang mencapai 120 kilogram. Sejumlah nelayan bahu-membahu mengangkat ikan tersebut dari bibir pantai sebelum akhirnya dibawa ke lokasi pelelangan.
Keberhasilan mendapatkan ikan kerapu berukuran jumbo tersebut menjadi berkah tersendiri bagi para nelayan tradisional yang selama ini menggantungkan hidup dari hasil tangkapan laut. Di tengah kondisi cuaca dan hasil tangkapan yang tidak menentu, ikan kerapu raksasa itu menjadi rezeki yang sangat disyukuri.
“Alhamdulillah, ini berkah dari Allah SWT. Kami sangat bersyukur atas rezeki yang diberikan hari ini,” tutur Ai Atong.
Setelah melalui proses penjualan di PPI Cikidang Babakan Pangandaran, ikan kerapu tersebut laku dengan nilai lebih dari Rp10 juta. Hasil penjualan itu menjadi tambahan pendapatan yang cukup besar bagi para nelayan yang terlibat dalam penangkapan.
Peristiwa ini pun menarik perhatian warga sekitar dan para pelaku usaha perikanan karena ikan kerapu dengan ukuran sebesar itu jarang ditemukan dalam hasil tangkapan nelayan tradisional di kawasan Pantai Timur Pangandaran.
Keberhasilan tersebut menjadi bukti bahwa laut Pangandaran masih menyimpan potensi sumber daya perikanan yang melimpah, sekaligus menjadi harapan bagi para nelayan agar terus memperoleh hasil tangkapan yang baik untuk meningkatkan kesejahteraan keluarga mereka.***






