KABAR PANGANDARAN – Kehadiran Program Studi di Luar Kampus Utama (PSDKU) Universitas Padjadjaran (Unpad) di Kabupaten Pangandaran menjadi salah satu tonggak penting dalam sejarah pembangunan pendidikan tinggi di wilayah Priangan Timur.
Kampus yang kini berdiri di Desa Cintaratu, Kecamatan Parigi, tersebut tidak hanya membuka akses pendidikan berkualitas bagi masyarakat lokal, tetapi juga menjadi simbol keberhasilan kolaborasi antara pemerintah daerah, perguruan tinggi, dan pemerintah pusat dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM).
Di balik terwujudnya kampus PSDKU Unpad Pangandaran, terdapat peran besar mantan Bupati Pangandaran, Jeje Wiradinata. Sejak awal masa kepemimpinannya, Jeje telah menaruh perhatian serius terhadap rendahnya angka partisipasi masyarakat dalam mengenyam pendidikan tinggi.
Sebagai kabupaten termuda di Jawa Barat saat itu, Pangandaran menghadapi berbagai tantangan pembangunan, termasuk keterbatasan akses pendidikan tinggi. Banyak lulusan SMA dan sederajat dari Pangandaran maupun wilayah sekitarnya seperti Ciamis dan Tasikmalaya yang harus mengurungkan niat melanjutkan kuliah karena terbentur biaya serta jarak yang jauh menuju pusat pendidikan di kota-kota besar seperti Bandung.
Kondisi tersebut menjadi kegelisahan tersendiri bagi Jeje Wiradinata. Ia menilai pembangunan daerah tidak cukup hanya mengandalkan sektor infrastruktur dan pariwisata, tetapi harus dibarengi dengan peningkatan kualitas SDM melalui pendidikan yang mudah diakses masyarakat.
Berangkat dari pemikiran tersebut, Jeje kemudian melakukan berbagai upaya komunikasi dan lobi kepada Pemerintah Provinsi Jawa Barat, pemerintah pusat, serta sejumlah perguruan tinggi negeri ternama. Hasilnya, Universitas Padjadjaran menyambut baik gagasan tersebut dan memilih Pangandaran sebagai salah satu lokasi pengembangan kampus di luar kampus utama.
Saat itu, Rektor Unpad Prof. Dr. med. Tri Hanggono Achmad, dr., menyetujui rencana perluasan akademik di Pangandaran. Kebijakan tersebut sejalan dengan program pemerataan pendidikan tinggi yang juga menempatkan Institut Teknologi Bandung (ITB) di Cirebon dan Institut Pertanian Bogor (IPB) di Sukabumi.
Namun perjuangan Jeje tidak berhenti pada hadirnya kampus semata. Ia juga memastikan agar keberadaan PSDKU benar-benar memberikan manfaat langsung bagi masyarakat Pangandaran. Salah satu langkah strategis yang ditempuh adalah mendorong kebijakan kuota khusus bagi putra-putri daerah.
Dalam berbagai kesempatan koordinasi dengan pihak universitas, Jeje meminta agar minimal 50 persen dari total daya tampung mahasiswa baru dialokasikan untuk warga asli Pangandaran. Menurutnya, keterbatasan kapasitas kampus yang hanya menampung sekitar 300 mahasiswa per angkatan harus dimanfaatkan semaksimal mungkin untuk mencetak generasi lokal yang mampu menjadi agen pembangunan daerah.
Selain itu, Pemerintah Kabupaten Pangandaran pada masa kepemimpinannya juga mengalokasikan anggaran beasiswa sebesar Rp1 miliar melalui APBD. Program tersebut digunakan untuk membantu mahasiswa lokal dengan menanggung sebagian biaya pendidikan, khususnya pada semester ganjil.
“Daya tampung PSDKU yang terbatas harus dimaksimalkan untuk menyerap putra-putri daerah agar setelah lulus mereka dapat mengabdikan ilmunya untuk membangun Pangandaran,” ujar Jeje Wiradinata dalam salah satu rapat koordinasi bersama pihak universitas.
Dukungan pemerintah daerah juga diwujudkan melalui penyediaan lahan untuk pengembangan kampus. Pemkab Pangandaran menghibahkan sekitar 20 hektare lahan dari total 33 hektare yang direncanakan sebagai kawasan pengembangan pendidikan tinggi di Dusun Sukamanah, Desa Cintaratu.
Kini, hasil dari kerja sama yang diawali melalui penandatanganan nota kesepahaman pada Maret 2017 tersebut mulai terlihat nyata. PSDKU Unpad Pangandaran telah berkembang menjadi pusat pendidikan tinggi yang menaungi ratusan mahasiswa aktif di berbagai program studi unggulan seperti Administrasi Bisnis, Peternakan, Ilmu Komunikasi, Keperawatan, dan Perikanan.
Dari total 856 mahasiswa aktif yang menempuh pendidikan di kampus tersebut, sekitar separuhnya merupakan putra-putri asli Pangandaran. Mereka diproyeksikan menjadi generasi terdidik yang siap berkontribusi dalam pembangunan daerah, memperkuat sektor unggulan, serta menjawab tantangan perkembangan zaman di era digital.
Kehadiran PSDKU Unpad Pangandaran menjadi bukti bahwa investasi di bidang pendidikan merupakan langkah strategis jangka panjang. Gagasan yang lahir dari kepedulian terhadap masa depan generasi muda kini telah menjelma menjadi fondasi penting bagi kemajuan Pangandaran di masa mendatang.






