KABAR PANGANDARAN – Ribuan warga dari berbagai wilayah di Kabupaten Pangandaran memadati Lapang Merdeka, Sabtu (20/6/2026) pagi. Mereka antusias mengikuti kegiatan Jalan Sehat Bulan Bung Karno 2026 yang diselenggarakan Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDI Perjuangan Pangandaran secara gratis untuk masyarakat umum.
Kegiatan bertajuk “Hanya Untuk Rakyat” tersebut menjadi pembuka rangkaian peringatan Bulan Bung Karno yang akan berlangsung hingga 27 Juni 2026. Acara tidak hanya diisi dengan jalan sehat dan senam massal, tetapi juga kegiatan sosial berupa donor darah serta pembagian berbagai hadiah menarik dengan total nilai mencapai Rp60 juta.
Sejak pagi hari, masyarakat tampak memadati area kegiatan. Peserta berasal dari berbagai kalangan, mulai dari pelajar, pemuda, orang tua hingga komunitas masyarakat yang datang untuk berolahraga sekaligus mengikuti pengundian doorprize yang telah disiapkan panitia.
Ketua DPC PDI Perjuangan Pangandaran, Jeje Wiradinata, mengatakan bahwa rangkaian kegiatan Bulan Bung Karno tahun ini memiliki tujuan utama untuk mengenalkan kembali sejarah, pemikiran, dan nilai-nilai perjuangan Presiden pertama Republik Indonesia, Ir. Soekarno, kepada generasi muda.
Menurut Jeje, tantangan terbesar saat ini adalah semakin minimnya pemahaman generasi muda terhadap sosok Bung Karno. Kondisi tersebut tidak terlepas dari proses desoekarnoisasi yang terjadi pada masa Orde Baru, sehingga banyak generasi yang tumbuh tanpa mendapatkan pemahaman yang utuh mengenai peran dan perjuangan sang proklamator.
“Anak-anak muda sekarang yang berusia 17 atau 20 tahun ke bawah tentu tidak mengenal Bung Karno secara personal. Bahkan saya yang lahir tahun 1965 pun tidak mengenal sosok beliau secara utuh karena beliau wafat pada 1970,” ujar Jeje di sela kegiatan.
Untuk menjembatani kesenjangan pengetahuan sejarah tersebut, DPC PDI Perjuangan Pangandaran memilih pendekatan yang lebih dekat dengan kehidupan masyarakat, khususnya Generasi Z dan milenial. Berbagai kegiatan olahraga, seni, budaya hingga pemanfaatan media sosial disiapkan sebagai sarana edukasi yang lebih menarik dan mudah diterima.
Selain jalan sehat, panitia juga mengagendakan turnamen bola voli antar desa di seluruh kecamatan di Kabupaten Pangandaran. Tidak hanya itu, akan digelar pula lomba paduan suara tingkat SMA dan SMK yang mengangkat lagu-lagu bertema perjuangan dan nasionalisme.
“Sekarang orang malas membaca buku dan sebagainya. Maka dengan cara inilah, lewat media sosial dan komunikasi langsung, masyarakat bisa kembali mengenal sosok Bung Karno,” tutur Jeje.
Ia berharap melalui pendekatan yang lebih kreatif dan kekinian, generasi muda dapat memahami pemikiran Bung Karno sebagai tokoh pemersatu bangsa, penggali Pancasila, sekaligus pemimpin yang memiliki visi besar terhadap masa depan Indonesia.
Kemeriahan acara semakin terasa saat sesi pengundian doorprize berlangsung. Sorak sorai peserta menggema ketika panitia mengumumkan para pemenang hadiah. Berbagai hadiah menarik dibagikan, mulai dari sepeda listrik, sepeda gunung (MTB), televisi LCD, kulkas, mesin cuci hingga kompor gas. Acara juga dimeriahkan hiburan musik dari grup Mustika Paksi yang berhasil menghibur ribuan peserta.
Sebagai puncak rangkaian Bulan Bung Karno, DPC PDI Perjuangan Pangandaran tengah mempersiapkan pementasan tari kolosal bertema perjuangan Bung Karno yang akan ditampilkan pada peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia, 17 Agustus 2026 mendatang.
Dalam pementasan tersebut, panitia menggandeng Sanggar Rengganis untuk mengemas pertunjukan yang memadukan legenda lokal Ronggeng Gunung dengan perjalanan sejarah perjuangan Bung Karno. Melalui pertunjukan seni budaya itu, masyarakat diharapkan dapat memahami nilai-nilai pengorbanan, persatuan, dan cinta tanah air yang diwariskan sang proklamator.
“Meskipun beliau saat itu menjabat sebagai Panglima Tertinggi Angkatan Bersenjata, beliau memilih tidak melawan. Beliau lebih memilih berkorban demi bangsa dan negara. Nilai-nilai seperti ini yang harus disosialisasikan kepada masyarakat,” tegas Jeje.
Dengan berbagai kegiatan yang dikemas secara edukatif dan menghibur, Bulan Bung Karno 2026 di Pangandaran diharapkan mampu menumbuhkan kembali semangat nasionalisme sekaligus memperkuat pemahaman generasi muda terhadap sejarah bangsa Indonesia.






