KABAR PANGANDARAN – Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Pandega Pangandaran bersiap menghadirkan layanan pemeriksaan mamografi sebagai fasilitas penunjang medis terbaru untuk memperkuat upaya deteksi dini kanker payudara. Kehadiran alat tersebut menjadi langkah strategis dalam meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan sekaligus memperluas akses masyarakat terhadap pemeriksaan radiologi yang selama ini masih terbatas di wilayah pesisir selatan Jawa Barat.
Peluncuran fasilitas ini merupakan bagian dari komitmen RSUD Pandega Pangandaran dalam menghadirkan layanan kesehatan yang semakin lengkap dan modern. Dengan tersedianya alat mamografi, masyarakat Kabupaten Pangandaran dan daerah sekitarnya tidak lagi harus menempuh perjalanan jauh ke kota-kota besar hanya untuk menjalani pemeriksaan skrining kanker payudara.
Dokter Spesialis Radiologi Konsultan Subspesialis Payudara dan Reproduksi Perempuan RSUD Pandega Pangandaran, dr. Hj. Elys Yulianti, Sp.Rad., Subsp. PRP.(K), MARS., mengingatkan bahwa banyak perempuan masih beranggapan tidak adanya benjolan berarti payudara berada dalam kondisi sehat. Padahal, menurutnya, anggapan tersebut tidak sepenuhnya benar.
“Kalau tidak ada benjolan, apakah payudara Anda pasti sehat? Belum tentu,” ujar dr. Elys.
Ia menjelaskan bahwa sebagian besar kasus kanker payudara pada stadium awal berkembang tanpa menimbulkan gejala yang dapat dirasakan secara langsung. Karena itu, deteksi dini menjadi faktor yang sangat menentukan keberhasilan pengobatan.
“Itulah mengapa deteksi dini menjadi kunci utama untuk meningkatkan peluang kesembuhan dan keberhasilan pengobatan,” tegasnya.
Menurut dr. Elys, pemeriksaan mamografi menggunakan sinar-X dosis rendah mampu mendeteksi perubahan kecil pada jaringan payudara yang belum dapat dirasakan melalui pemeriksaan fisik biasa. Teknologi ini memungkinkan tenaga medis menemukan kelainan sejak tahap awal sehingga penanganan dapat dilakukan lebih cepat sebelum penyakit berkembang menjadi lebih berat.
Kehadiran layanan mamografi juga diharapkan mampu meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya skrining rutin, khususnya bagi perempuan yang memiliki faktor risiko ataupun telah memasuki usia yang dianjurkan untuk menjalani pemeriksaan berkala.
Sementara itu, Direktur RSUD Pandega Pangandaran, dr. dr. Hj. Titi Sutiamah, M.M., mengatakan bahwa pengadaan alat mamografi merupakan bentuk nyata komitmen pemerintah dalam meningkatkan mutu pelayanan kesehatan di daerah.
“Hadirnya alat Mamografi di RSUD Pandega Pangandaran merupakan wujud nyata komitmen pemerintah dalam meningkatkan layanan kesehatan masyarakat,” ungkapnya.
Menurutnya, keberadaan fasilitas tersebut diharapkan mampu memberikan kemudahan bagi masyarakat untuk memperoleh layanan pemeriksaan kanker payudara secara lebih cepat, mudah, dan dekat dengan tempat tinggal sehingga tidak lagi bergantung pada rumah sakit di luar daerah.
Pada kesempatan itu, manajemen RSUD Pandega Pangandaran juga menyampaikan apresiasi kepada pemerintah pusat atas dukungan dalam pemenuhan fasilitas kesehatan di daerah. Ucapan terima kasih disampaikan kepada Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto serta Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin atas komitmen dalam mendorong pemerataan infrastruktur pelayanan kesehatan hingga ke daerah.
RSUD Pandega Pangandaran berharap kehadiran alat mamografi dapat menjadi tonggak penting dalam menekan angka keterlambatan diagnosis kanker payudara sekaligus meningkatkan kualitas hidup masyarakat melalui deteksi dini yang lebih efektif.
Masyarakat yang ingin memperoleh informasi mengenai jadwal pelayanan, mekanisme pendaftaran, maupun layanan radiologi dapat menghubungi Instalasi Radiologi RSUD Pandega Pangandaran melalui nomor 0877-1995-7088.












