Berita

Dua Karya Budaya Pangandaran Resmi Diuji dalam Sidang Penetapan WBTb Indonesia 2026

×

Dua Karya Budaya Pangandaran Resmi Diuji dalam Sidang Penetapan WBTb Indonesia 2026

Sebarkan artikel ini
Penampilan Seni Genjang Batok Kabupaten Pangandaran.(istimewa).

KABAR PANGANDARAN — Pemerintah Kabupaten Pangandaran terus berkomitmen menjaga keaslian dan kelestarian warisan leluhur. Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Pangandaran, Dadan Sugihtha, S.T., M.M., bersama Kepala Bidang Kebudayaan, Sulastri, S.I.Kom., menghadiri Sidang Penetapan Warisan Budaya Takbenda (WBTb) Indonesia Tahun 2026 Tahap Ke-2 yang digelar secara daring pada Kamis (3/9/2026) malam.

Acara yang berlangsung pukul 19.00 hingga 21.00 WIB tersebut diselenggarakan oleh Direktorat Jenderal Perlindungan Kebudayaan dan Tradisi, Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia.

Dalam sidang tersebut, Jawa Barat mengajukan 25 usulan karya budaya. Dua di antaranya merupakan karya budaya kebanggaan masyarakat Kabupaten Pangandaran, yakni seni pertunjukan Benjang Batok dan kuliner khas Pindang Gunung.

Proses pemaparan materi diawasi dan didukung langsung oleh para maestro pengampu. Mang Koko, selaku maestro seni Benjang Batok, tampil memimpin dan memperagakan seni pertunjukan tersebut secara langsung di hadapan Tim Ahli WBTb Pusat.

Sementara itu, keaslian nilai histori dan pembuatan kuliner Pindang Gunung dipaparkan bersama Bu Encuk selaku maestronya.

Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Pangandaran Dadan Sugihtha, S.T., M.M., menyampaikan bahwa pengusulan kedua karya budaya ini ke tingkat nasional merupakan langkah strategis daerah dalam pelindungan cagar budaya.

“Pengusulan Benjang Batok dan Pindang Gunung menjadi Warisan Budaya Takbenda tingkat nasional ini merupakan upaya nyata pemerintah daerah untuk melindungi, merawat, dan melestarikan nilai-nilai tradisi Pangandaran agar tidak tergerus oleh arus modernisasi dan perkembangan zaman,” ujarnya.

Melalui penetapan ini, diharapkan Benjang Batok dan Pindang Gunung tidak hanya mendapatkan pengakuan secara nasional, tetapi juga semakin dikenal luas serta membawa dampak positif bagi sektor pariwisata dan kebudayaan di Kabupaten Pangandaran.