KABAR PANGANDARAN — Seorang wisatawan asal Patimuan, Jawa Tengah, nyaris terseret arus laut saat berenang di Pantai Barat Pangandaran, Jawa Barat, Sabtu (26/9/2026) sekitar pukul 15.14 WIB. Insiden yang terjadi di area antara Pos 4 dan Pos 5 Balawista tersebut beruntung tidak memakan korban jiwa setelah warga setempat sigap memberikan pertolongan.
Rekan korban, Muhtar (18), menceritakan bahwa peristiwa bermula ketika ia dan korban, Ali (16), berenang bersama di area tepi pantai. Namun tanpa disadari, posisi mereka makin terdorong jauh ke tengah laut akibat sapuan arus kuat, meski kondisi air laut saat itu sedang surut.
“Awalnya kami berenang bareng di pinggir, tapi tidak terasa makin ke tengah terbawa arus,” ujar Muhtar di lokasi kejadian.
Muhtar mengungkapkan, korban berenang tanpa memakai alat bantu keselamatan seperti papan boggie maupun pelampung. Situasi makin membahayakan lantaran Ali diketahui tidak memiliki kemampuan berenang.
“Teman saya tidak pakai pelampung dan memang tidak bisa berenang,” lanjutnya.
Sebelum kejadian, Muhtar mengaku sempat mengingatkan rekannya agar berenang di area dangkal saja dan tidak nekat mendekati area tengah. Saat menyadari Ali mulai terseret, Muhtar sempat berupaya menarik tubuh temannya tersebut, namun beban terasa amat berat hingga ia kewalahan.
“Saat saya coba tolong dan tarik tubuhnya terasa berat, sampai akhirnya datang pedagang pantai yang bantu menolong,” tambahnya.
Aas, seorang pedagang pantai setempat yang menjadi saksi sekaligus penolong, membenarkan aksi penyelamatan tersebut. Ia bergerak cepat menyeberang ke titik korban bersama dukungan kru perahu pesiar yang berada di sekitar lokasi. Tak lama berselang, petugas dari Badan Life Guard Pantai (Balawista) juga mendatangi lokasi untuk memastikan kondisi korban.
“Alhamdulillah, korban dapat dievakuasi dan diselamatkan dengan aman,” pungkas Aas.












