Berita  

Kenali Tanda Makanan Tidak Layak Konsumsi, Perubahan Bau hingga Muncul Jamur Harus Diwaspadai

Ilustrasi Tangkapan Layar Instagram RSUD Pandega Pangandaran.

KABAR PANGANDARAN – Masyarakat diimbau untuk lebih waspada terhadap kondisi makanan sebelum dikonsumsi. Perubahan pada bau, rasa, warna, maupun tekstur makanan dapat menjadi tanda bahwa makanan tersebut sudah tidak layak dimakan dan berpotensi membahayakan kesehatan.

Makanan yang aman untuk dikonsumsi harus terbebas dari berbagai jenis cemaran, baik cemaran fisik seperti kotoran atau benda asing, maupun cemaran biologis seperti bakteri dan jamur. Selain itu, makanan juga harus bebas dari zat berbahaya yang dapat menimbulkan gangguan kesehatan.

Kerusakan makanan sering kali disebabkan oleh penyimpanan yang tidak tepat. Misalnya makanan yang dibiarkan terlalu lama pada suhu ruang, disimpan dalam wadah terbuka, atau tidak segera dimasukkan ke dalam lemari pendingin. Kondisi tersebut dapat mempercepat pertumbuhan bakteri dan mikroorganisme yang menyebabkan makanan menjadi rusak.

Ada beberapa tanda yang dapat dikenali untuk mengetahui apakah makanan masih layak dikonsumsi atau tidak.

Pertama, bau makanan berubah atau tidak sedap. Makanan yang sudah rusak biasanya mengeluarkan bau asam, tengik, atau bau yang berbeda dari aroma normalnya. Perubahan bau ini sering menjadi tanda awal bahwa makanan telah mengalami pembusukan.

Kedua, tekstur makanan berubah. Makanan yang tidak lagi segar biasanya memiliki permukaan yang terasa berlendir, lengket, atau terlalu lembek. Pada buah dan sayuran, perubahan tekstur sering terlihat dari kondisi yang menjadi layu atau terlalu lunak.

Ketiga, warna makanan berubah. Perubahan warna menjadi kusam, kehijauan, kehitaman, atau warna lain yang tidak wajar dapat menandakan adanya proses pembusukan atau pertumbuhan mikroorganisme pada makanan tersebut.

Keempat, munculnya jamur. Jika terdapat bintik atau spot berwarna putih, hijau, hitam, atau warna lainnya pada makanan, kemungkinan besar makanan tersebut telah ditumbuhi jamur. Kondisi ini menandakan makanan sudah tidak aman untuk dikonsumsi.

Kelima, rasa makanan berubah. Makanan yang sudah rusak biasanya memiliki rasa asam, tengik, atau rasa yang tidak seperti biasanya. Jika menemukan perubahan rasa yang mencurigakan, sebaiknya makanan tersebut tidak dilanjutkan untuk dikonsumsi.

Para ahli keamanan pangan mengingatkan bahwa keselamatan harus menjadi prioritas utama dibandingkan rasa sayang terhadap makanan. Mengonsumsi makanan yang sudah rusak dapat menyebabkan berbagai gangguan kesehatan seperti keracunan makanan, gangguan pencernaan, hingga infeksi.

Oleh karena itu, masyarakat disarankan untuk selalu memperhatikan kondisi makanan sebelum mengonsumsinya serta menerapkan cara penyimpanan yang benar. Jika makanan menunjukkan salah satu tanda kerusakan seperti perubahan bau, warna, tekstur, muncul jamur, atau rasa yang tidak normal, maka langkah paling aman adalah tidak mengonsumsinya.

Mengutamakan keselamatan jauh lebih penting dibandingkan mempertahankan makanan yang sudah tidak layak konsumsi.***