Berita  

Ledakan Diduga Petasan di Mangunjaya Pangandaran, Dua Pemuda Alami Luka Berat

Aparat kepolisian dari Polsek Padaherang bersama tim Inafis Satreskrim Polres Pangandaran segera mendatangi lokasi kejadian untuk melakukan pengecekan Tempat Kejadian Perkara (TKP) serta mengumpulkan keterangan dari para saksi.(Istimewa).

KABAR PANGANDARAN –  Sebuah ledakan yang diduga berasal dari petasan terjadi di Dusun Babakan RT 007 RW 002, Desa Sindangjaya, Kecamatan Mangunjaya, Kabupaten Pangandaran, pada Jumat (6/3/2026) sekitar pukul 14.30 WIB. Peristiwa tersebut mengakibatkan dua orang pemuda mengalami luka berat.

Aparat kepolisian dari Polsek Padaherang bersama tim Inafis Satreskrim Polres Pangandaran segera mendatangi lokasi kejadian untuk melakukan pengecekan Tempat Kejadian Perkara (TKP) serta mengumpulkan keterangan dari para saksi.

Kapolres Pangandaran AKBP Ikrar Potawari melalui Kapolsek Padaherang AKP Abdurahman mengatakan, pihak kepolisian bergerak cepat setelah menerima laporan dari masyarakat terkait adanya suara ledakan yang cukup keras di kawasan permukiman warga.

“Kami langsung mendatangi lokasi kejadian untuk melakukan pengecekan TKP, mengamankan situasi, serta meminta keterangan dari para saksi yang berada di sekitar lokasi,” ujar Abdurahman.

Dalam kejadian tersebut, dua korban yang mengalami luka berat diketahui berinisial A.S. (22), warga Dusun Babakan Desa Sindangjaya, dan H.R.A. (19), warga Dusun Babakan RT 004 RW 002 Desa Sindangjaya, Kecamatan Mangunjaya.

Berdasarkan keterangan salah seorang saksi, I.M. (65), peristiwa bermula saat dirinya mendengar suara ledakan yang berasal dari arah rumah korban sebanyak tiga kali berturut-turut. Suara tersebut terdengar cukup keras sehingga membuat warga sekitar terkejut.

“Mendengar suara ledakan, saksi kemudian mendatangi sumber suara dan menemukan korban A.S. dalam keadaan tergeletak di dapur rumah, sementara korban H.R.A. berada di bagian belakang rumah,” kata Abdurahman.

Saat melakukan pengecekan di lokasi kejadian, petugas juga menemukan sejumlah ceceran kertas yang diduga merupakan sisa-sisa bahan petasan. Dari temuan awal tersebut, ledakan diduga kuat berasal dari petasan yang dibuat oleh korban A.S.

Kedua korban yang mengalami luka berat kemudian segera dievakuasi oleh warga dan petugas ke Puskesmas Mangunjaya untuk mendapatkan penanganan medis. Setelah mendapatkan pemeriksaan awal, korban A.S. harus dirujuk ke RSOP Ciamis untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut karena luka yang dialaminya cukup serius.

Sementara itu, pihak kepolisian telah melakukan sejumlah langkah penanganan, mulai dari menerima laporan masyarakat, mendatangi dan mengamankan lokasi kejadian, mendata korban serta saksi, hingga melaporkan peristiwa tersebut kepada pimpinan untuk proses penyelidikan lebih lanjut.

“Saat ini kami masih melakukan pendalaman terkait penyebab pasti ledakan tersebut serta mengumpulkan berbagai keterangan dari saksi dan barang bukti yang ditemukan di lokasi,” tambahnya.

Polres Pangandaran juga mengingatkan masyarakat agar lebih berhati-hati dan tidak bermain atau membuat petasan yang dapat membahayakan keselamatan diri sendiri maupun orang lain.

Dalam imbauannya, pihak kepolisian meminta para orang tua untuk lebih mengawasi aktivitas anak-anak, terutama menjelang dan selama bulan Ramadan, agar tidak bermain petasan yang berpotensi menimbulkan kecelakaan.

Selain itu, masyarakat juga diminta segera melaporkan kepada pihak kepolisian apabila menemukan adanya penjualan atau penggunaan petasan yang tidak sesuai dengan aturan yang berlaku.

“Dengan kerja sama seluruh masyarakat, kita harapkan situasi keamanan dan ketertiban di Kabupaten Pangandaran tetap terjaga sehingga tercipta lingkungan yang aman dan nyaman bagi semua,” pungkasnya.