bjb
Berita  

Menyeting Gigi Emas Pengentasan Stunting

KABARPANGANDARAN.COM – Angka kemiskinan yang masih berada di kisaran angka 7 persen, menjadi salah satu pemicu stunting. Di samping minimnya pengetahuan masyarakat tentang bagaimana memberi asupan gizi yang seimbang bagi anak-anaknya.

Artinya kasus stunting di Pangandaran tak hanya terjadi di keluarga miskin saja, anak orang kaya pun bisa mengalami stunting, jika orang tuanya tak cukup paham bagaimana memberi nutrisi seimbang bagi anak.

Dalam presentasi virtual di hadapan Tim Panel Independen, Bupati Pangandaran Jeje Wiradinata menyampaikan inovasi pengentasan stunting dan gizi buruk di Kabupaten Pangandaran.

Bupati Pangandaran Jeje Wiradinata mengatakan pada program yang diberi nama “Menyeting Gigi Emas”, yang artinya Mencegah Stunting Melalui Inovasi “Gemalur” atau Gerakan Makan telur, “Insasi E” atau Instruktur ASI Eksklusif, “Bugiza” yakni Lumbung Gizi Desa, “Pokmas Pejam” yakni Kelompok Masyarakat Peduli Jamban” dan “Aliran” yakni Alarm Kelahiran.

“Program tersebut, telah diuji coba di Kecamatan Padaherang, salah satu daerah yang memiliki problem stunting dan gizi buruk paling tinggi, dan hasilnya memuaskan,” katanya.

Menurutnya stunting di Kecamatan Padaherang turun dari 0,28 persen menjadi 0,07 persen dan sedangkan gizi buruk, menurut Jeje, turun dari 0,28 persen menjadi 0 persen.

“Stunting dan gizi buruk itu dominan oleh kemiskinan, maka nanti data kemiskinan akan diperlihatkan ke Puskesmas,” tuturnya.

Atas keberhasilan program uji coba di Kecamatan Padaherang, pihaknya akan segera membuat surat edaran untuk menduplikasi program tersebut di tingkat kabupaten.

“Karena stunting dan gizi buruk akarnya pada kemiskinan. Pihaknya juga fokus mengentaskan kemiskinan melalui dua pendekatan,” ungkapnya.

Pemerintah Daerah mengambil alih peran pemenuhan kebutuhan dasar warga, mulai dari pendidikan, kesehatan dan kebutuhan dasar lainnya.

“Kedua kita meningkatkan pendapatan warga, melalui pembukaan lapangan pekerjaan dan lain-lain,” katanya.

Sementara itu Kepala Puskesmas Padaherang Suryati yang menjadi penggagas program Menyeting Gigi Emas itu singkatan dari mencegah stunting dengan “Gigi Emas”.

Gigi Emas itu merupakan singkatan dari 5 program yang terdiri dari gerakan makan telur, instruktur ASI ekslusif, lumbung gizi desa, kelompok masyarakat peduli jamban dan alarm kelahiran.

“Sengaja disingkat-singkat supaya mudah menyosialisasikannya kepada masyarakat. Sehingga ibu-ibu atau masyarakat selalu ingat, sehingga kasus stunting di Pangandaran bisa ditekan,” ungkapnya.

Gerakan makan telur digulirkan karena telur merupakan sumber protein yang murah meriah dan terjangkau oleh semua kalangan, Instruktur ASI eksklusif adalah program untuk para suami agar menjadi instruktur bagi istrinya agar mau menyusui selama 6 bulan.

“Lumbung gizi desa adalah sebuah gerakan mengumpulkan donatur untuk memberikan makanan tambahan bagi anak gizi buruk dan stunting,” tuturnya.

Selain itu masyarakat pun didorong untuk peduli menyediakan jamban yang bersih agar kesehatan sanitasi lingkungan terjaga.

“Sejauh ini program Gigi Emas baru dilaksanakan di 9 desa yang ada di wilayah Puskesmas Padaherang. Tapi kemarin semua Puskesmas di Pangandaran sudah sepakat melaksanakan program serupa,” ujarnya.