SDN 1 Purbahayu Diratakan, Bupati Jeje Ingat Orang Tua

  • Bagikan

KABARPANGANDARAN.COM – Bupati Pangandaran, Jeje Wiradinata terkenang-kenang saat gedung Sekolah Dasar Negeri 1 Purbahayu Pangandaran diratakan.

Bupati Pangandaran, Jeje Wiradinata mengatakan bangunan sekolah sudah tua. Dibangun tahun 1959 dan belum pernah dilakukan rehabilitasi.

“Ya bangunan sekolahnya sudah lama sekali. Dulu, mendiang Bapak saya pernah sekolah di sini,” ungkapnya.

Masih terngiang. orang tuanya berpesan, apabila dirinya menjadi pemimpin agar SDN 1 Purbahayu dibangun yang lebih baik lagi, termasuk membangun akses jalan menuju daerah-daerah pelosok di Kabupaten Pangandaran.

“Alhamdulillah tahun ini kita mendapatkan bantuan anggaran dari pemerintah pusat untuk merehab sekolah yang ada di Kabupaten Pangandaran,” tuturnya seusai peletakan batu pertama, Senin (24/5/2021).

Dia berharap hingga akhir masa jabatannya nanti, seluruh gedung sekolah di Kabupaten Pangandaran sudah direhab dan sudah bagus semuanya.

“Termasuk mengganti mebeler yang bagus secara bertahap. Karena nyari anggarannya ini yang sulit,” katanya.

Sementara itu, Plt. Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga Kabupaten Pangandaran, Agus Nurdin mengiyakan, dari sekian sekolah yang ada di Kab Pangandaran, SDN 1 Purbhayu belum pernah dilakukan rehab atau renovasi sejak dibangun pada tahun 1959.

“Iya betul, bangunan ini sudah tua dan belum dilakukan renovasi sejak berdiri,” ujarnya

Sebenarnya rencana rehabilitasi SDN 1 Purbahayu ini sudah diusulkan ke pemerintah pusat melalui Kementerian PUPR sejak tahun 2019 lalu, namun dikarenakan pada tahun 2020 mengalami pandemi Covid-19, maka anggaran tersebut tidak turun.

“Alhamdulillan kami diberikan kemudahan oleh Kementerian PUPR berkat dorongan Pak Bupati Jeje Wiradinata,” katanya.

Berdasarkan arahan dari pihak Kementerian PUPR, dikarenakan kontruksi bangunan sekolah ini sudah termakan usia dan sangat membahayakan, maka bangunan sekolah diratakan dan dibangun dari awal agar kontruksinya kuat, termasuk bangunan WC.

“Untuk sementara proses belajar mengajar kita gunakan fasilitas yang ada dekat lingkungan sekolah hingga bangunan sekolah selesai,” katanya.

  • Bagikan