KABAR PANGANDARAN – Suara aba-aba terdengar lantang di tengah medan terjal saat sejumlah anggota Taruna Siaga Bencana (Tagana) Pangandaran mengevakuasi korban longsor menggunakan tandu dan tali pengaman. Simulasi penyelamatan itu berlangsung dramatis dan penuh ketegangan, menggambarkan bagaimana proses evakuasi dilakukan saat bencana benar-benar terjadi.
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari latihan rutin Tagana Pangandaran dalam meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi berbagai potensi bencana alam di wilayah Kabupaten Pangandaran.
Latihan rutin yang digelar Tagana Pangandaran kali ini meliputi kemampuan Vertical Rescue, Water Rescue, hingga simulasi evakuasi korban longsor. Kegiatan dilakukan sebagai upaya meningkatkan keterampilan anggota dalam melakukan penyelamatan di medan sulit dan situasi darurat yang membutuhkan kecepatan serta ketepatan tindakan.
Dalam simulasi evakuasi korban longsor, para anggota terlihat sigap mengevakuasi korban dari area berbukit menggunakan peralatan khusus. Teknik penyelamatan dilakukan dengan prosedur yang terukur agar korban dapat dipindahkan dengan aman menuju lokasi penanganan medis. Kondisi medan yang licin dan curam menjadi tantangan tersendiri dalam latihan tersebut.
Ketua Tagana Pangandaran Nana Suryana mengatakan latihan rutin ini penting dilakukan agar seluruh anggota selalu siap saat diterjunkan ke lokasi bencana. Menurutnya, Kabupaten Pangandaran memiliki potensi bencana alam yang cukup tinggi, terutama saat musim hujan seperti longsor, banjir, hingga kecelakaan di perairan.
“Latihan ini bertujuan untuk menjaga kesiapan dan meningkatkan kemampuan anggota dalam menghadapi situasi darurat. Ketika terjadi bencana, personel harus mampu bergerak cepat, tepat, dan tetap mengutamakan keselamatan korban maupun petugas,” ujarnya.
Selain simulasi evakuasi longsor, latihan juga diisi dengan materi Water Rescue atau penyelamatan di air. Anggota Tagana dilatih teknik penyelamatan korban tenggelam, penggunaan pelampung, hingga prosedur evakuasi di arus deras. Kemampuan tersebut dinilai penting mengingat Pangandaran merupakan daerah pesisir yang kerap ramai aktivitas wisata air.
Sementara pada sesi Vertical Rescue, anggota dilatih teknik turun dan naik tebing menggunakan tali pengaman. Simulasi ini bertujuan meningkatkan kemampuan penyelamatan di lokasi dengan akses sulit seperti jurang, tebing, maupun area longsoran yang rawan.
Kegiatan latihan berlangsung penuh semangat dan mendapat perhatian masyarakat sekitar. Warga yang menyaksikan mengaku kagum dengan keterampilan para anggota Tagana dalam melakukan proses penyelamatan. Kehadiran Tagana dinilai menjadi garda terdepan dalam membantu masyarakat ketika terjadi bencana alam maupun kondisi darurat lainnya.
Tagana Pangandaran berharap melalui latihan rutin tersebut, kemampuan personel akan semakin terasah sehingga dapat memberikan respons cepat dan profesional saat dibutuhkan masyarakat. Mereka juga mengajak masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana, terutama di tengah cuaca ekstrem yang masih berpotensi terjadi.
Dengan latihan yang terus dilakukan secara berkala, Tagana Pangandaran menegaskan komitmennya untuk selalu hadir membantu masyarakat dalam setiap situasi kebencanaan. Semangat kemanusiaan dan kesiapsiagaan menjadi modal utama para relawan dalam menjalankan tugas kemanusiaan di lapangan.***






