KABAR PANGANDARAN – Aksi penipuan dengan mencatut nama pejabat publik kembali terjadi. Kali ini, oknum tidak bertanggung jawab mengatasnamakan Direktur dan Kepala Bagian Tata Usaha Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Pandega Pangandaran untuk melancarkan berbagai modus penipuan, mulai dari penawaran pekerjaan palsu hingga permintaan transfer uang kepada calon korban.
Menyikapi hal tersebut, manajemen RSUD Pandega Pangandaran mengeluarkan imbauan resmi kepada masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan terhadap pesan singkat, panggilan telepon, maupun komunikasi melalui aplikasi WhatsApp yang mengatasnamakan pimpinan rumah sakit.
Berdasarkan informasi yang diterima pihak rumah sakit, pelaku menggunakan nomor telepon pribadi dan memasang identitas seolah-olah berasal dari pejabat RSUD Pandega Pangandaran. Salah satu nomor yang teridentifikasi digunakan dalam aksi tersebut adalah +62 852-8670-8086.
Dalam menjalankan aksinya, pelaku biasanya menawarkan kesempatan bekerja di lingkungan RSUD Pandega Pangandaran. Setelah korban mulai percaya, pelaku meminta berbagai data pribadi, seperti identitas diri maupun informasi rekening bank. Tidak berhenti sampai di situ, korban kemudian diarahkan untuk mentransfer sejumlah uang dengan alasan biaya administrasi, biaya pemberkasan, atau jaminan agar diterima bekerja.
Manajemen RSUD Pandega Pangandaran menegaskan bahwa seluruh informasi tersebut merupakan tindakan penipuan dan tidak memiliki hubungan apa pun dengan kebijakan resmi rumah sakit.
Pihak rumah sakit menegaskan bahwa RSUD Pandega Pangandaran tidak pernah meminta masyarakat mentransfer uang ke rekening pribadi dalam proses pelayanan kesehatan maupun proses rekrutmen pegawai. Seluruh transaksi pembayaran hanya dilakukan melalui mekanisme resmi yang telah ditetapkan rumah sakit.
Selain itu, setiap proses penerimaan pegawai selalu diumumkan secara terbuka melalui kanal informasi resmi sesuai ketentuan yang berlaku. Tidak ada proses rekrutmen yang dilakukan secara pribadi melalui pesan WhatsApp, SMS, maupun media komunikasi informal lainnya.
Manajemen juga mengingatkan masyarakat agar tidak mudah memberikan data pribadi, seperti nomor KTP, kartu keluarga, rekening bank, kode OTP, maupun informasi penting lainnya kepada pihak yang tidak dikenal.
Seluruh komunikasi resmi terkait pelayanan maupun administrasi RSUD Pandega Pangandaran dipastikan dilakukan melalui surat resmi serta saluran komunikasi resmi milik rumah sakit, bukan menggunakan nomor pribadi pejabat atau pegawai.
Sebagai langkah antisipasi, RSUD Pandega Pangandaran terus mengedukasi masyarakat mengenai bahaya penipuan berbasis rekayasa sosial atau social engineering yang belakangan semakin marak terjadi. Masyarakat yang menerima pesan atau telepon mencurigakan diimbau tidak langsung mempercayainya, apalagi memenuhi permintaan pengiriman uang maupun data pribadi.
Apabila menemukan dugaan penipuan yang mengatasnamakan RSUD Pandega Pangandaran, masyarakat diminta segera melakukan konfirmasi melalui kanal informasi resmi rumah sakit atau menghubungi Humas RSUD Pandega Pangandaran agar informasi tersebut dapat segera diverifikasi.
Manajemen juga mengajak masyarakat untuk saling mengingatkan anggota keluarga, terutama para pencari kerja, orang tua, dan kelompok masyarakat yang rentan menjadi sasaran penipuan digital.
“Mari bersama-sama meningkatkan kewaspadaan agar terhindar dari berbagai modus penipuan yang mengatasnamakan RSUD Pandega Pangandaran maupun pejabat rumah sakit,” demikian imbauan manajemen RSUD Pandega Pangandaran.
Dengan meningkatnya kewaspadaan masyarakat serta penyebaran informasi yang benar, diharapkan berbagai bentuk penipuan digital dapat dicegah sehingga tidak menimbulkan kerugian bagi masyarakat.












