KABAR PANGANDARAN – Babak penyisihan Indonesia’s Horse Racing (IHR) Indonesia Derby 2026 akan menghadirkan persaingan sengit saat 14 ekor kuda terbaik di Kelas Remaja memperebutkan tiket menuju partai final. Para kuda dari kelompok usia emas tersebut akan beradu kecepatan di lintasan sepanjang 1.600 meter pada babak penyisihan yang digelar di Gelanggang Pacuan Kuda Legokjawa, Pangandaran, Minggu, 12 Juli 2026.
Sebanyak 14 kuda peserta dibagi ke dalam dua heat, yakni Heat 1 dan Heat 2. Masing-masing heat akan diikuti tujuh ekor kuda yang siap menampilkan performa terbaik demi mengamankan posisi di babak final Indonesia Derby 2026 yang dijadwalkan berlangsung pada Minggu, 26 Juli 2026.
Kelas Remaja menjadi salah satu nomor yang paling dinantikan karena dihuni kuda-kuda yang tengah berada dalam masa perkembangan terbaik. Kecepatan, stamina, hingga strategi joki akan menjadi faktor penentu dalam persaingan yang diperkirakan berlangsung sangat ketat sejak pintu start dibuka.
Selain Kelas Remaja, perhatian pecinta pacuan kuda juga akan tertuju pada Kelas Pemula A/B, yang diprediksi menjadi salah satu kelas paling kompetitif dalam babak penyisihan Indonesia’s Horse Racing (IHR) Indonesia Derby 2026.
Pada kelas tersebut, sebanyak 32 ekor kuda akan bersaing dalam tiga race atau heat untuk memperebutkan tempat di babak final. Mereka akan menghadapi tantangan lintasan sejauh 1.400 meter, jarak yang menjadi pengalaman baru bagi sebagian besar kuda pemula yang selama ini lebih sering tampil pada nomor-nomor dengan jarak di bawah 1.300 meter.
Perubahan jarak tempuh itu diperkirakan akan menguji kemampuan adaptasi setiap kuda, baik dalam menjaga ritme lari maupun mengatur tenaga hingga garis finis. Tidak hanya mengandalkan kecepatan awal, para peserta juga dituntut memiliki daya tahan dan konsistensi sepanjang perlombaan.
Persaingan di Kelas Pemula A/B dipastikan berlangsung ketat mengingat hanya sekitar 12 ekor kuda yang akan lolos ke babak final. Dengan jumlah peserta mencapai 32 ekor yang terbagi dalam tiga heat, peluang lolos menjadi sangat terbatas.
Secara hitungan sederhana, hanya sekitar empat kuda terbaik dari masing-masing heat yang diperkirakan berhak melanjutkan langkah ke putaran final. Kondisi tersebut membuat setiap heat layaknya sebuah partai final, karena satu kesalahan kecil dapat mengubur peluang menuju perebutan gelar juara.
Babak penyisihan Indonesia Derby 2026 juga menjadi ajang pembuktian kualitas pembinaan kuda pacu dari berbagai daerah di Indonesia. Setiap kontingen dipastikan akan menurunkan kuda-kuda terbaiknya dengan harapan mampu bersaing hingga partai puncak.
Antusiasme masyarakat dan pecinta olahraga berkuda diperkirakan memadati arena pacuan di Pangandaran. Selain menjadi tontonan olahraga yang penuh adrenalin, Indonesia Derby juga menjadi wadah pembinaan atlet berkuda, joki, serta industri peternakan kuda pacu nasional.
Dengan persaingan yang semakin ketat di setiap kelas, babak penyisihan pada 12 Juli menjadi momentum penting bagi seluruh peserta untuk menunjukkan kemampuan terbaiknya. Hanya kuda-kuda dengan performa paling konsisten yang akan berhak melangkah ke babak final Indonesia’s Horse Racing (IHR) Indonesia Derby 2026 pada 26 Juli mendatang, sekaligus menjaga asa meraih gelar bergengsi di ajang pacuan kuda nasional tersebut.***
(Sumber : IHR)












