KABAR PANGANDARAN — Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Provinsi Jawa Barat melalui Cabang Dinas Kelautan dan Perikanan Wilayah Selatan resmi meluncurkan program Transplantasi Terumbu Karang pada Kamis (10/9/2026).
Langkah strategis ini diambil sebagai bentuk komitmen nyata pemerintah daerah dalam menjaga kelestarian ekosistem pesisir dan laut di kawasan Jawa Barat.
Kepala DKP Provinsi Jawa Barat, Rinny Cempaka, S.Si., M.T., menjelaskan bahwa program ini merupakan bagian dari Kegiatan Pengelolaan Ruang Laut Sampai dengan 12 Mil di Luar Minyak dan Gas Bumi, dengan fokus pada Sub-Kegiatan Rehabilitasi Wilayah Perairan Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil.
”Melalui program ini, DKP Jawa Barat berupaya memulihkan kondisi terumbu karang yang rusak, memperkaya keanekaragaman hayati bawah laut, serta memperkuat daya dukung lingkungan pesisir di wilayah Batukaras dan sekitarnya,” ujar Rinny.
Metode penanaman menggunakan struktur model trapesium berbahan cor beton. Sebanyak 100 unit media tanam disiapkan dan dibagi rata ke dua lokasi sasaran utama, yaitu:
Pantai Batukaras (Pangandaran): 50 unit
Pantai Ciletuh, Desa Mandrajaya (Sukabumi): 50 unit.
Rinny berharap inisiatif rehabilitasi ini mampu mengembalikan fungsi ekologis terumbu karang sebagai habitat biota laut, sekaligus menjaga keberlanjutan potensi daya tarik wisata bahari di wilayah pesisir Jawa Barat.
Sementara itu, Kepala Cabang DKP Wilayah Selatan, R. Nurgana, S.Pi., menyampaikan bahwa program ini merupakan agenda berkala pemerintah provinsi. Setelah sebelumnya dilaksanakan pada tahun 2024, kegiatan transplantasi kembali dilanjutkan pada tahun 2026.
”Untuk kegiatan di Batukaras, kami bekerja sama dengan Komunitas Selam Duck Dive untuk memaksimalkan proses penanaman hingga pengawasan media karang di area target. Kami juga akan melakukan perawatan dan pemantauan berkala terhadap hasil transplantasi yang sudah dilaksanakan,” terang Nurgana.
Dukungan serupa disampaikan perwakilan Komunitas Selam Duck Dive Batukaras, Agus. Ia berharap kegiatan ini dapat membawa manfaat berkelanjutan bagi ekosistem dan masyarakat sekitar.
”Dari pihak kami, kegiatan pemantauan secara berkala pasti akan terus dilakukan,” memungkas Agus.












