KABAR PANGANDARAN — Ratusan perempuan berpakaian putih memadati Aula Grand Palma Pangandaran by Horison pada Rabu (28/10/2026). Kehadiran perwakilan dari 93 desa se-Kabupaten Pangandaran tersebut dalam rangka pengukuhan pengurus Wanoja Perjuangan.
Organisasi perempuan di bawah naungan PDI Perjuangan ini menargetkan penguatan peran perempuan di tingkat desa, mulai dari penyaluran aspirasi, advokasi kasus kekerasan, hingga pemberdayaan ekonomi.
Ketua Wanoja Perjuangan Kabupaten Pangandaran, Ida Nurlaila, menegaskan bahwa perempuan dalam wadah PDI Perjuangan bukan sekadar pelengkap, melainkan bagian inti dari tujuan perjuangan.
”Perempuan di wadah PDI Perjuangan itu bukan sebagai pelengkap, melainkan tujuan dari sebuah perjuangan,” tegas Ida.
Advokasi Kasus Kekerasan dan Faktor Ekonomi
Ida, yang juga merupakan anggota DPR RI, menjelaskan bahwa Wanoja Perjuangan hadir untuk menjembatani aspirasi perempuan di daerah agar langsung didengar dan ditindaklanjuti. Salah satu fokus utamanya adalah mengadvokasi kasus kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) yang dipicu oleh tekanan ekonomi.
”Sekarang banyak permasalahan di bawah. Gara-gara ekonomi, ada perempuan yang dianiaya suaminya. Ini juga menjadi perhatian kami,” kata Ida.
Menurutnya, persoalan di tingkat tapak harus dihimpun secara langsung agar aspirasi masyarakat tidak berhenti sekadar menjadi keluhan.
Dorong Kemandirian Ekonomi dan Bakti Sosial
Selain pendampingan hukum dan advokasi, organisasi ini berkomitmen meningkatkan kemandirian ekonomi perempuan di Pangandaran.
”Kami juga ingin meningkatkan perekonomian perempuan di Pangandaran. Semua aspirasi dan persoalan yang ada akan kami himpun sesuai dengan gerakan organisasi,” tambahnya.
Sebagai bentuk kepedulian nyata, rangkaian pengukuhan pengurus Wanoja Perjuangan ini juga diwarnai dengan aksi bakti sosial donor darah yang bekerja sama dengan Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Pangandaran.***












