Berita  

Di Usia Senja, Saiman Hampir Menyerah, Hingga Sebuah Kepedulian Mengubah Segalanya

Ruman Saiman (72) di Desa Cibenda Parigi Kini Sudah Mulai Direnovasi, Selasa, 31 Maret 2026.(M Jerry/KP).

KABAR PANGANDARAN – Harapan yang selama ini hanya tersimpan dalam doa, akhirnya terjawab. Saiman (72), seorang warga lanjut usia asal Desa Cibenda, Kecamatan Parigi, Kabupaten Pangandaran, tak kuasa menahan haru saat rumahnya yang selama ini tidak layak huni akhirnya mendapat perhatian.Selasa,31 Maret 2026.

Selama bertahun-tahun, Saiman hidup dalam kondisi memprihatinkan. Rumah yang ditempatinya jauh dari kata layak, bahkan membahayakan keselamatannya. Ia mengaku telah enam kali mengajukan bantuan renovasi rumah kepada pihak terkait. Namun, tak satu pun permohonannya mendapat respon.

Di tengah keputusasaan itu, secercah harapan datang. Anggota DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan, Hj. Ida Nurlaela Wiradinata, datang langsung mengunjungi kediamannya. Kehadiran wakil rakyat tersebut menjadi titik balik bagi kehidupan Saiman.

Dengan mata berkaca-kaca, Saiman mengungkapkan rasa syukur dan terima kasihnya.

“Terima kasih Bu Ida dan Pak Jeje, sudah merenovasi rumah saya. Semoga selalu diberikan kesehatan dan rezeki yang banyak,” ucapnya lirih, penuh haru.

Renovasi rumah Saiman bukan sekadar perbaikan fisik bangunan, melainkan juga menghadirkan kembali rasa aman dan harapan di masa tuanya. Dinding yang dulu rapuh kini akan berdiri kokoh, atap yang bocor nanti tak lagi membiarkan hujan masuk. Lebih dari itu, perhatian yang diberikan menjadi bukti bahwa masih ada kepedulian di tengah masyarakat.

Hj. Ida Nurlaela Wiradinata menegaskan bahwa kegiatan tersebut murni dilakukan atas inisiatif pribadi, bukan bagian dari program pemerintah pusat.

Kegiatan seperti ini menggunakan biaya pribadi. Tidak ada program dari pusat untuk bantuan rutilahu seperti ini. Saya hanya membantu di lingkungan yang benar benar harus dibantu,” jelasnya.

Ia juga menekankan bahwa nilai utama dari kegiatan tersebut bukan semata bantuan materi, melainkan menumbuhkan kembali semangat gotong royong di tengah masyarakat.

“Bantuannya mungkin tidak seberapa, tapi yang penting adalah bagaimana kita mengedukasi masyarakat untuk kembali menghidupkan sifat gotong royong,” tambahnya.

Kisah Saiman menjadi potret nyata bahwa masih ada warga yang luput dari perhatian, meski telah berulang kali mengajukan bantuan. Namun di sisi lain, kisah ini juga menghadirkan secercah harapan bahwa kepedulian, sekecil apa pun, mampu mengubah kehidupan seseorang.

Kini, di usia senjanya, Saiman bisa bernapas lebih lega. Bukan hanya karena rumahnya telah diperbaiki, tetapi juga karena ia merasa didengar dan diperhatikan sesuatu yang selama ini ia tunggu dalam diam.