bjb
Berita  

Empat Mahasiswa IPB University Sukses Ciptakan Sebuah Karya Poster, Mengangkat Masalah Literasi Digital Di Indonesia

Foto Bersama Tim di Kampus Mahasiswa IPB University (Istimewa).

KABAR PANGANDARAN – Mahasiswa Institute Pertanian Bogor (IPB) asal Kabupaten Pangandaran bersama timnya telah berhasil mengikuti ajang Lomba Inovasi Digital Mahasiswa (LIDM) 2024 yang diselenggarakan oleh Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) beberapa waktu lalu.

Tim mahasiswa yang terlibat dalam inisiatif ini adalah Nur Indah Fajarini dari jurusan Ilmu Keluarga dan Konsumen, Firman Hidayat dari jurusan Pemanfaatan Sumberdaya Perairan, Bintang Restu Rejeki dari jurusan Ilmu Keluarga dan Konsumen, dan Nabila Luthfiana Pertiwi dari jurusan Arsitektur Lanskap.

Mahasiswa IPB University asal Kabupaten Pangandaran Bintang Restu Rejeki (22) mengatakan dirinya bersama tim menunjukkan empati tinggi terhadap isu pendidikan dengan menciptakan poster digital yang mengangkat masalah literasi digital di Indonesia.

“Poster digital yang dibuat dengan gaya seni ilustrasi semi realis, diberi judul, “Gerakan Kepedulian Guru di Daerah 3T dalam Penguatan Kemampuan 4C untuk Meningkatkan Literasi Digital” ,” katanya, Senin,3 Juni 2024.

Menurutnya dari empat mahasiswa ini tergabung dalam salah satu tim yang mengikuti ajang Lomba Inovasi Digital Mahasiswa (LIDM) 2024 yang diselenggarakan oleh Kemdikbud.

“Kami satu tim mengikuti lomba Inovasi Digital Mahasiswa 2024,” tuturnya.

Poster Digital Hasil Karya Empat Mahasiswa IPB University,(Istimewa).

Dirinya mengaku, dalam pembuatan poster ini dilatarbelakangi oleh rendahnya literasi digital di Indonesia, karena berdasarkan data Katadata tahun 2022 literasi digital di Indonesia memiliki skor 3,49, yang menunjukkan masih rendahnya pemahaman dan kemampuan digital masyarakat.

“Situasi ini sangat memprihatinkan, terutama bagi mereka yang berada di wilayah 3T (Terdepan, Terluar, Tertinggal),” ucapnya.

Dalam konteks ini, peran guru dengan kemampuan 4C (Creativity, Collaboration, Communication, dan Critical Thinking) sangat penting agar generasi muda tidak tertinggal dalam perkembangan teknologi yang sangat cepat.

“Saya menekankan bahwa di era digital ini, guru perlu menyesuaikan metode pembelajaran mereka.Tetapi akses dan kompetensi guru tidak merata, sehingga diperlukan penguatan agar tidak tertinggal,”lanjut Bintang.

Foto Bersama Tim dan Dosen (Istimewa).

Permasalahan ini menghambat pencapaian beberapa tujuan Sustainable Development Goals (SDGs), seperti SDGs poin 4 (Pendidikan Berkualitas), SDGs poin 9 (Industri, Inovasi, dan Infrastruktur), dan SDGs poin 10 (Berkurangnya Kesenjangan).

“Guru di wilayah 3T memerlukan penguatan kemampuan 4C melalui berbagai kegiatan seperti pelatihan integrasi, proyek kolaboratif berbasis digital, dan evaluasi strategi pembelajaran,” ungkapnya.

Sementara itu Illustrator Tim Firman Hidayat menyampaikan ide-ide ini dituangkan melalui poster digital dengan konsep axial layout yang menggambarkan perjuangan seorang guru.

“Saya juga menambahkan elemen teknologi yang merepresentasikan keinginan dan semangat guru untuk mencapai perkembangan teknologi tersebut,” katanya.

Inisiatif ini tidak hanya menunjukkan kepedulian mahasiswa IPB University terhadap isu pendidikan, tetapi juga menginspirasi masyarakat luas untuk lebih peduli dan berkontribusi dalam meningkatkan literasi digital, khususnya di daerah-daerah yang tertinggal.

“Dengan semangat kolaboratif dan inovatif, mereka berupaya membawa perubahan positif bagi pendidikan di Indonesia,” ungkapnya.

Kemudian Dosen Pendamping Mahasiswa IPB University Hana Indriana, SP., M.Si, dirinya sangat apresiasi dengan hasil karya mahasiswanya dengan isi dari Poster Digital tersebut.

“Ternyata poster mendapatkan banyak komentar positif dari berbagai pihak,” ucapnya.

Begitu juga disampaikan Dosen Panelis Dr. Yulina Eva Riany, SP., M.Ed, bahwa dirnya sedih melihat poster digital yang menggambarkan tentang Pendidikan di wilayah 3T.

“Saya sedih lihat posternya. Sangat menggambarkan pendidikan di wilayah 3T ya,” tambahnya.

Berikut ini berbagai komentar positif yang banyak bermunculan di media sosial Instagram yang menjadi tempat penyebarluasan poster.

Tangkapan Layar Instagram

Harapannya, dengan adanya poster ini, banyak orang yang ikut bergerak untuk lebih peduli terhadap isu pendidikan dan membantu menyatakan betapa pentingnya peningkatan pengetahuan, sikap, dan keterampilan literasi digital pada guru di daerah 3T.***