KABAR PANGANDARAN – Kawasan Sodongkopo yang berada di Kecamatan Cijulang, Kabupaten Pangandaran, memiliki sejarah geografis dan ekologis yang unik. Kini, Sodongkopo bertransformasi menjadi ikon konektivitas penting dengan hadirnya jembatan megah yang menghubungkan jalur strategis Nusawiru–Batukaras.
Jembatan Sodongkopo memiliki panjang sekitar 140 meter dan dibangun untuk menggantikan jembatan bailey atau jembatan darurat yang sebelumnya digunakan masyarakat. Keberadaan jembatan permanen ini menjadi solusi vital dalam meningkatkan aksesibilitas menuju kawasan pariwisata unggulan Pantai Batu Karas sekaligus mendukung konektivitas menuju Bandara Nusawiru.
Proyek pembangunan jembatan modern tersebut dimulai pada 9 Juli 2023 dan diresmikan langsung oleh Gubernur Jawa Barat saat itu, Ridwan Kamil. Jembatan ini dirancang dengan konsep steel arch bridge atau jembatan pelengkung baja tanpa pilar di tengah sungai, sehingga memberikan ruang yang aman bagi aktivitas nelayan dan aliran sungai di bawahnya.
Namun dalam prosesnya, pembangunan Jembatan Sodongkopo sempat mengalami sejumlah kendala teknis dan administrasi pada tahun 2024. Hal tersebut menyebabkan pengerjaan terhenti sementara hingga dilakukan penyempurnaan perencanaan dan penyelesaian administrasi proyek.
Memasuki awal Januari 2026, pembangunan jembatan akhirnya rampung. Jembatan Sodongkopo kini telah memasuki tahap uji coba fungsional dan dapat digunakan secara terbatas oleh masyarakat. Kehadirannya langsung dirasakan manfaatnya, terutama dalam memangkas waktu tempuh dari Bandara Nusawiru menuju Pantai Batu Karas yang sebelumnya harus memutar hingga sekitar satu jam, kini hanya memerlukan waktu kurang lebih 10 menit.
Selain mendukung sektor pariwisata, jembatan ini juga memberikan dampak positif bagi perekonomian lokal. Akses yang semakin mudah memperlancar distribusi barang dan jasa, meningkatkan mobilitas masyarakat, serta mempermudah aktivitas nelayan yang melintas dan berlabuh di kawasan sungai bawah jembatan.
Dengan rampungnya Jembatan Sodongkopo, diharapkan konektivitas wilayah selatan Pangandaran semakin kuat, sekaligus menjadi penopang utama pengembangan kawasan wisata dan transportasi udara melalui Bandara Nusawiru di masa mendatang.






