Berita  

Longsor Tutup Akses Jalan di Bangunjaya, Bupati Pangandaran Tinjau Langsung Lokasi

Bupati Pangandaran Citra Pitriyami turun langsung meninjau lokasi longsor di Jalan Cikadu, Desa Bangunjaya, Kecamatan Langkaplancar, pada Selasa (10/02/2026). Dalam peninjauan tersebut, Bupati didampingi Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Pangandaran serta unsur terkait.(Tangkapan Layar Instagram Bupati Pangandaran).

KABAR PANGANDARAN – Hujan lebat yang mengguyur wilayah Kecamatan Langkaplancar pada Senin (9/02/2026) sore mengakibatkan tanah labil dan memicu terjadinya longsor di Dusun Cikadu dan Dusun Limusnunggal, Desa Bangunjaya. Material longsoran menutup badan jalan utama hingga menyebabkan akses lumpuh total.

Peristiwa yang terjadi sekitar pukul 16.30 WIB itu berdampak signifikan terhadap mobilitas warga. Jalan beton yang tertutup material tanah dan bebatuan merupakan akses utama penghubung Dusun Cikadu–Dusun Limusnunggal serta jalur alternatif Bangunjaya menuju Kabupaten Tasikmalaya. Selain itu, akses menuju SD dan TK Bangunjaya turut terdampak sehingga aktivitas belajar mengajar diliburkan sementara waktu.

Menindaklanjuti kejadian tersebut, Bupati Pangandaran Citra Pitriyami turun langsung meninjau lokasi longsor di Jalan Cikadu, Desa Bangunjaya, Kecamatan Langkaplancar, pada Selasa (10/02/2026). Dalam peninjauan tersebut, Bupati didampingi Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Pangandaran serta unsur terkait.

Bupati Citra Pitriyami menegaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Pangandaran bergerak cepat untuk memastikan kondisi di lapangan, menjamin keselamatan warga, serta menentukan langkah penanganan yang diperlukan agar akses jalan dapat segera kembali normal.

“Keselamatan warga adalah prioritas utama. Kami ingin memastikan penanganan dilakukan secepat mungkin agar aktivitas masyarakat tidak terganggu terlalu lama,” ujarnya di lokasi kejadian.

Pemerintah daerah juga terus melakukan koordinasi dengan perangkat daerah, pemerintah desa, serta unsur TNI, POLRI, dan lembaga terkait guna mempercepat proses penanganan. Upaya tersebut dilakukan agar langkah yang diambil tepat sasaran dan berkelanjutan, mengingat wilayah tersebut termasuk daerah rawan bencana hidrometeorologi.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Pangandaran menjelaskan, longsor dipicu oleh curah hujan tinggi yang mengguyur kawasan tersebut sejak siang hingga sore hari. Kondisi tanah yang labil tidak mampu menahan debit air, sehingga tebing di sekitar jalan mengalami pergerakan dan longsor.

“Material longsoran berupa tanah dan bebatuan menutup seluruh badan jalan beton, sehingga akses kendaraan tidak dapat melintas sama sekali,” jelasnya.

Beruntung, dalam kejadian ini tidak terdapat korban jiwa. Namun dampak yang ditimbulkan cukup besar terhadap aktivitas masyarakat, khususnya akses transportasi dan kegiatan pendidikan. Untuk sementara, aktivitas sekolah di SD dan TK Bangunjaya diliburkan demi keamanan siswa dan tenaga pendidik.

Sejak kejadian, BPBD bersama unsur TNI, POLRI, Forum Kewaspadaan Dini Masyarakat (FKDM), perangkat desa, serta warga setempat telah melakukan kaji cepat di lokasi. Penanganan darurat berupa pembersihan material longsoran secara manual juga telah dilakukan sambil menunggu dukungan alat berat untuk percepatan proses evakuasi material.

Saat ini, proses pembersihan masih berlangsung dan direkomendasikan penggunaan alat berat guna mempercepat pembukaan akses jalan. Pemerintah daerah juga akan melakukan evaluasi dan langkah mitigasi lanjutan untuk mencegah kejadian serupa terulang, termasuk pemetaan titik rawan longsor di wilayah Langkaplancar.

Masyarakat diimbau untuk tetap meningkatkan kewaspadaan, terutama di tengah cuaca ekstrem yang berpotensi menimbulkan bencana hidrometeorologi seperti longsor dan banjir. Warga juga diminta segera melapor kepada aparat desa atau pihak berwenang apabila menemukan tanda-tanda pergerakan tanah atau kondisi darurat lainnya.

Dengan langkah cepat dan sinergi lintas sektor, diharapkan akses jalan di Desa Bangunjaya dapat segera kembali normal sehingga aktivitas warga kembali berjalan lancar dan aman.