KABAR PANGANDARAN – Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Pandega Pangandaran terus berkomitmen meningkatkan mutu pelayanan kesehatan spesialistik bagi masyarakat di wilayah cakupannya. Salah satu langkah strategis yang ditempuh adalah dengan memperkuat sistem rujukan dan kolaborasi melalui partisipasi aktif dalam agenda regional.
Pihak manajemen RSUD Pandega Pangandaran menghadiri kegiatan Monitoring dan Evaluasi Layanan Jejaring Prioritas Regional Jawa Barat 2026.
Langkah ini menjadi bagian penting dari upaya rumah sakit dalam melakukan standarisasi pelayanan medis tingkat lanjut agar sejalan dengan kebijakan strategis kesehatan di tingkat provinsi.
Fokus pada Lima Layanan Kesehatan Prioritas
Forum evaluasi tersebut menitikberatkan pada penguatan mutu layanan dasar dan spesialistik yang masuk dalam kategori penyakit prioritas nasional. Layanan yang disoroti dikenal dengan akronim KJSU-KIA.
Lima pilar utama dalam jejaring prioritas tersebut meliputi penanganan penyakit Kanker, Jantung, Stroke, Uronefrologi (ginjal dan saluran kemih), serta penguatan sektor Kesehatan Ibu dan Anak (KIA). Melalui keterlibatan ini, RSUD Pandega berupaya mengadopsi sistem rujukan berbasis kompetensi yang lebih terukur.
Kolaborasi dan Akses Layanan Berkualitas
Manajemen RSUD Pandega Pangandaran menegaskan bahwa penguatan layanan kesehatan yang optimal tidak dapat berdiri sendiri, melainkan harus dimulai dari jalinan jejaring yang kuat antarfasilitas kesehatan di Jawa Barat. Sinergi ini melibatkan rumah sakit rujukan utama tingkat provinsi seperti Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung dan Rumah Sakit Kanker Dharmais Jakarta.
Melalui kolaborasi lintas sektor dan peningkatan kapasitas internal secara berkala, RSUD Pandega Pangandaran menargetkan pemangkasan birokrasi penanganan medis bagi pasien darurat.
Diharapkan ke depannya, masyarakat Kabupaten Pangandaran dan sekitarnya dapat memperoleh akses pelayanan kesehatan spesialistik yang jauh lebih cepat, tepat, dan berkualitas tanpa harus menempuh kendala jarak yang berarti.






