Berita

Bupati Pangandaran Tinjau Langsung Lokasi Kecelakaan Laut, Imbau Wisatawan Patuhi Jam Aman Berenang

0
×

Bupati Pangandaran Tinjau Langsung Lokasi Kecelakaan Laut, Imbau Wisatawan Patuhi Jam Aman Berenang

Sebarkan artikel ini
Bupati Pangandaran, Citra Pitriyami, turun langsung meninjau lokasi kecelakaan laut yang menimpa seorang wisatawan asal Kabupaten Bandung di kawasan Objek Wisata Pantai Barat Pangandaran, Sabtu (18/7/2026).(M Jerry/KP).

KABAR PANGANDARAN – Bupati Pangandaran, Citra Pitriyami, turun langsung meninjau lokasi kecelakaan laut yang menimpa seorang wisatawan asal Kabupaten Bandung di kawasan Objek Wisata Pantai Barat Pangandaran, Sabtu (18/7/2026). Dalam kunjungannya, Bupati didampingi Tim SAR Gabungan yang masih melakukan pencarian terhadap korban yang dilaporkan hilang akibat terseret arus.

Di sela-sela peninjauan, Citra Pitriyami mengimbau seluruh wisatawan agar mematuhi aturan keselamatan yang berlaku selama berwisata di Pantai Pangandaran.

“Batas waktu aktivitas berenang di Pantai Pangandaran dimulai pukul 06.00 WIB sampai dengan pukul 17.00 WIB. Kami mengimbau seluruh wisatawan agar mematuhi ketentuan tersebut demi keselamatan bersama,” kata Citra.

Ia juga mengingatkan para pengunjung untuk selalu mengikuti arahan petugas penjaga pantai, tidak berenang di luar jam operasional, serta menghindari area yang telah dipasang bendera larangan karena berpotensi membahayakan keselamatan.

Sebelumnya, kecelakaan laut terjadi di kawasan Pantai Barat Pangandaran, tepatnya di antara Pos 4 dan Pos 5 penjaga pantai, pada Jumat (17/7/2026) sekitar pukul 18.00 WIB. Tiga wisatawan yang sedang berenang terseret arus laut. Dua orang berhasil diselamatkan, sementara satu orang hingga kini masih dinyatakan hilang.

Korban yang masih dalam pencarian diketahui bernama Mohamad Rizki (20), warga Kampung Lengkong RT 01/RW 04, Desa Lengkong, Kecamatan Bojongsoang, Kabupaten Bandung. Sementara dua korban yang selamat adalah Jatmiko (25) dan Riyan (18).

Berdasarkan keterangan saksi, Wanto (39), warga Dusun Parapat, Desa Pangandaran, ketiga korban berangkat dari Pondok Arwana menuju Pantai Barat Pangandaran sekitar pukul 16.30 WIB untuk berenang.

Sekitar pukul 16.37 WIB, mereka tiba di lokasi dan mulai beraktivitas di kawasan pesisir pantai. Namun sekitar pukul 18.00 WIB, saat sedang berenang, ketiganya tiba-tiba terseret arus kuat ke arah tengah laut.

Riyan berhasil menyelamatkan diri dengan berenang kembali ke bibir pantai. Sementara Jatmiko dan Mohamad Rizki terus terbawa arus menjauh dari garis pantai.

Melihat kejadian tersebut, Wanto yang berada di sekitar lokasi segera melakukan upaya penyelamatan menggunakan perahu Sibolang. Berkat aksi cepatnya, Jatmiko berhasil diselamatkan dan dievakuasi ke daratan. Namun Mohamad Rizki sudah tidak terlihat lagi dan diduga tenggelam setelah terseret arus yang cukup kuat.

Setelah mengevakuasi korban selamat, saksi segera melaporkan kejadian tersebut kepada petugas penjaga pantai dan aparat keamanan. Sekitar pukul 18.30 WIB, Tim SAR Gabungan langsung melakukan operasi pencarian di sekitar lokasi kejadian.

Pencarian dilakukan hingga malam hari, namun korban belum berhasil ditemukan. Mengingat kondisi cuaca dan jarak pandang yang terbatas akibat gelap, operasi pencarian dihentikan sementara dan dilanjutkan kembali pada Sabtu (18/7/2026) pukul 07.00 WIB dengan melibatkan Tim SAR Gabungan, Balawista, TNI, Polri, BPBD, relawan, serta nelayan setempat.

Pemerintah Kabupaten Pangandaran bersama Tim SAR kembali mengingatkan seluruh wisatawan agar selalu mengutamakan keselamatan dengan mematuhi seluruh aturan yang berlaku, termasuk tidak berenang melewati batas waktu operasional dan menghindari area yang telah diberi tanda larangan. Langkah tersebut diharapkan dapat mencegah terulangnya kecelakaan laut di kawasan wisata Pantai Pangandaran.