KABAR PANGANDARAN — Tokoh masyarakat Pangandaran, Jeje Wiradinata, meninjau langsung rumah warga yang hangus terbakar di Dusun Legokjawa, Desa Cimerak, Kabupaten Pangandaran, Selasa (6/10/2026). Kunjungan kemanusiaan tersebut dilakukan untuk menyerahkan bantuan tanggap darurat sekaligus memastikan percepatan pembangunan kembali hunian korban.
Dalam kunjungan tersebut, Jeje bersama rombongan menyerahkan bantuan logistik sembako berupa beras dan mi instan, serta santunan uang tunai guna meringankan beban kebutuhan pangan mendesak keluarga terdampak.
Galang Dana Gotong Royong untuk Material Rumah
Mengingat stimulan renovasi dari pemerintah daerah diperkirakan berkisar Rp20 juta, Jeje menginisiasi gerakan gotong royong terpadu agar rumah korban dapat segera dibangun kembali secara utuh. Langkah ini melibatkan penghimpunan dana pribadi, urunan 16 anggota fraksi dewan, Anggota DPR RI Hj. Ida Nurlaela Wiradinata, serta dana sosial Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) mengingat korban merupakan keluarga nelayan.
Sinergi tersebut dipastikan akan menanggung seluruh kebutuhan pokok material konstruksi bangunan.
”Kebutuhan semen, bata, kayu, sampai genting seluruhnya kami yang tanggung. Mulai dari bantuan pribadi, rekan fraksi dewan, Ibu Ida Nurlaela dari DPR RI, hingga dana sosial HNSI sekitar Rp20 juta sampai Rp25 juta kita sisihkan. Tujuannya agar pembangunan tuntas cepat, dan bantuan stimulan Pemda bisa dimanfaatkan untuk keperluan penunjang lainnya,” ujar Jeje di lokasi musibah.
Soroti Empati Kepemimpinan
Di sela dialog bersama warga, Jeje menekankan pentingnya kepekaan dan empati seorang pemimpin terhadap kondisi riil masyarakat. Ia menegaskan bahwa kebijakan serta alokasi anggaran daerah semestinya diprioritaskan untuk penanganan kesulitan rakyat, ketimbang agenda seremonial.
”Ini bukan sekadar persoalan nominal uang, melainkan kepekaan pemimpin terhadap kondisi masyarakat. Rasanya tidak pantas ada perayaan yang ramai sementara rakyat sedang kesulitan air bersih atau tertimpa musibah kebakaran seperti ini. Lebih baik hidup sederhana, namun hadir memberi manfaat nyata,” tegasnya.
Pola tanggap bencana berbasis gerakan gotong royong terpadu ini rencananya akan terus diterapkan pada berbagai titik musibah lain di Kabupaten Pangandaran guna mempercepat pemulihan warga terdampak.***












