KABAR PANGANDARAN – Seorang nelayan menemukan benda berbahan besi yang diduga granat mortir peninggalan sisa perang saat menjaring ikan di kawasan Pantai Timur Pangandaran, Jumat (6/11/2026) pagi.
Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 08.45 WIB di perairan Pasir Putih kawasan Cagar Alam Pangandaran. Benda mencurigakan tersebut pertama kali ditemukan oleh seorang nelayan bernama Ade Lasamsudin setelah tersangkut pada jaring miliknya.
Karena bentuknya yang tak lazim, Ade menarik benda tersebut dari jaring dan membawanya ke tepi pantai. Namun, sesampainya di daratan, sesama nelayan memberi tahu Ade bahwa benda menyerupai besi tua itu diduga kuat merupakan proyektil bom atau mortir. Ade pun langsung melaporkan temuan tersebut ke pihak kepolisian setempat.
Menindaklanjuti laporan tersebut, personel Satuan Samapta Polres Pangandaran bersama anggota Polsek Pangandaran segera mendatangi lokasi dan memasang garis polisi (police line). Pengamanan ketat dilakukan untuk membatasi akses masyarakat maupun wisatawan demi mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan.
Kapolres Pangandaran AKBP Ikrar Potawari, S.H., S.I.K., M.Si., M.I.K., melalui Kapolsek Pangandaran AKP Mohammad Farkhan, S.H., mengimbau warga sekitar dan wisatawan untuk tidak mendekati area penemuan selama proses pengamanan berlangsung.
”Bagian Operasi (Bag Ops) Polres Pangandaran sudah berkoordinasi dengan Tim Gegana Satuan Brimob Polda Jawa Barat untuk melakukan pemeriksaan dan penanganan penjinakan bahan peledak. Saat ini Tim Gegana sedang dalam perjalanan menuju lokasi,” ujar AKP Mohammad Farkhan.
Kepolisian juga menegaskan agar masyarakat tidak menyentuh, memindahkan, apalagi mencoba membongkar benda berbahaya tersebut secara mandiri demi keselamatan bersama.
Meski secara kasatmata benda tersebut menyerupai granat mortir peninggalan masa perang, kepastian jenis serta aktif atau tidaknya benda peledak tersebut masih menunggu pemeriksaan resmi dan evakuasi oleh Tim Gegana Brimob Polda Jabar.***












